Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 29


Chapter NOVEMBER

Part 1

Tanggal 12 November seharusnya menjadi peringatan ulang tahun pernikahanku, tapi sekarang November tidak lagi menjadi catatan tersendiri bagiku. Ya karena aku sudah tidak ada suami. Jadi apa yang mau diperingati selain hati yang sudah mati? ðŸ˜€

November bagiku sekarang bulan biasa seperti bulan-bulan yang lainnya. November tahun 2024 aku malah banyak berkarya. Kalau bisa bilang, November itu ber-nya adalah berkarya. Biar aku jelaskan apa saja karyaku di November itu ya, apakah kalian masih mau membacanya?

Awal bulan November, aku diminta menjadi model untuk usaha make up artist teman dekatku. Chapter selanjutnya akan kuceritakan detailnya. Setelah itu aku memberanikan diri menjadi narasumber dan mentor untuk memperkenalkan sebuah aplikasi tentang pertanahan di kampungku. Aku jadi harus belajar public speaking yang bagus agar apa yang ku sampaikan bisa dimengerti oleh audience-ku

Tak lama setelah menjadi model dan narasumber, aku terlibat dalam beberapa antologi. Pada chapter sebelum-sebelumnya aku pernah bercerita bahwa menerbitkan sebuah buku atau setidaknya antologi adalah salah satu impianku. Dan finally semua terwujud di bulan ini. Antologi ini akan jadi buku pertamaku, sebuah karya abadi dari seorang ibu tunggal yang sering galau dan lebih suka menulis di diary. Antologi pertama diikuti dengan beberapa antologi berikutnya, semakin membuatku semangat untuk menulis dan menulis lagi.

Beberapa testimoni yang sudah membaca tulisanku, katanya aku pandai memainkan diksi. Bagaimana aku tidak happy mendengar ada yang memuji. Aku akan mencoba menulis dari hati, agar bisa sampai ke hati (pembaca). Aku masih terus mencoba berkarya lebih baik lagi.

Sisi lain dariku selain model, narasumber, dan penulis adalah menjadi guru. Bulan November aku membersamai anakku dan teman-temannya karena ada program belajar kelompok dari sekolah. Aku jadi wali murid yang harus mengajar. Ternyata skill mengajarku ketika masih menjadi guru les bisa diandalkan. Anakku dan teman-teman sekelompoknya betah belajar denganku. 

Akan jadi apalagi aku nantinya, aku belum tahu, Aku hanya menjalani hari semampuku.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...