Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 24


Chapter AGUSTUS

Part 2

Agustus 2024, selain merefleksi perjuangan dalam rangka kemerdekaan negara kita, aku juga berjuang untuk menjaga kesehatan, karena usia 40 tahun sepertiku sudah mulai harus rutin check up untuk mengetahui penyakit-penyakit degeneratif. Tahun 2024 aku melakukan cek kesehatan 3 kali. Dan hasilnya berbeda-beda. 

Pertama, aku menderita hipertensi. Tapi itu disebabkan ketika pengambilan darah, nadi ku terlalu lembut sehingga darah tidak keluar, hingga harus di”coblos” 3 kali. Aku ketakutan karena teman-temanku hanya sekali suntikan darah bisa keluar. Ketakutan itu yang membuat tekanan darahku tinggi tidak seperti biasanya, tensiku normal. Ketika aku konsultasi ke dokter keluarga, Alhamdulillah aku baik-baik saja.

Kedua, terdeteksi angka indeks masa tubuhku masuk kategori obesitas. Sedih sekali. Sejak saat itu aku mulai menjaga kestabilan berat badanku. Aku diet ala-ala aku sendiri. Yaitu mengurangi porsi nasi, dan tidak makan malam. Alhamdulillah, berat badanku turun 5 kg selama 5 bulan setelah aku melakukan diet yang ku atur sendiri. Tentu juga dengan diiringi olahraga dan istirahat yang cukup

Ketiga, pekerjaan rumah tentang kesehatanku ada di angka kolesterol. Setelah dua kali tes kesehatan sebelumnya normal. Di akhir Agustus 2024 terdeteksi nilai kolesterolku tinggi. Dan kini aku mulai lagi mengurangi makanan yang memicu angka abnormal tersebut. Aku juga konsultasi kepada kakakku yang ahli gizi apa saja yang harus dikonsumsi dan dikurangi agar semua angka kembali normal. Dari kakakku aku mendapatkan pencerahan seperti ini, penderita kolesterol tinggi sebaiknya menghindari makanan-makanan berikut:

1. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, terutama jika digoreng dengan minyak yang sudah dipakai berkali-kali. 

2. Daging merah

Daging merah seperti daging sapi, iga, dan daging giling mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi. 

3. Produk susu berlemak tinggi

Susu, mentega, yogurt, dan keju berlemak jenuh tinggi sebaiknya dibatasi konsumsinya. 

4. Jeroan

Jeroan seperti hati, otak, usus, ampela, jantung, dan organ dalam lainnya dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. 

5. Makanan laut

Makanan laut seperti udang, kepiting, dan lobster memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. 

6. Minyak kelapa dan minyak sawit

Minyak-minyak tersebut tinggi lemak jenuh dan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. 

7. Makanan yang dipanggang dan permen

Cookies, kue, donat, dan kue kering seringkali mengandung lemak jenuh dan kolesterol dalam jumlah tinggi. 

8. Bumbu penyedap mie instan

Bumbu penyedap mie instan mengandung tinggi natrium. 

9. Minuman beralkohol

Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL dan tekanan darah. 

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap seimbang, dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan mencoba beralih ke makanan yang direbus atau dikukus. Serta membatasi konsumsi kuning telur 1 butir per hari. Btw, Foto itu diambil ketika belum melakukan cek kesehatan, jadi masih kelihatan enak dan aman untuk dikonsumsi. ðŸ˜€


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...