Z : Zona Tak mudah bagi seorang introvert sepertiku mengungkapkan apa yang dirasa pada semua orang. Hanya beberapa sahabat yang tahu secara detail siapa s e b e narnya manusia ini dan bagaimana aku memberi ruang untukku sendiri agar tetap tenang. Selebihnya, aku memilih diam. Bukan karena tak punya cerita, tapi karena tak semua cerita ingin keluar sebagai suara. Ada yang lebih nyaman tinggal sebagai kata. Karena itulah aku lebih suka menyampaikan perasaanku di diary yang sudah menumpuk dan menuliskannya berulang. Ya, menulis m e nj adi zona nyamanku di antara merapikan dokumen pekerjaan di gudang. Aku lebih suka menulis di diary dan mengolah kata menyesuaikan isi hati. Selain aku juga lebih suka mengekspresikan perasaan lewat tulisan daripada lisan. Menulis bagiku sampai saat ini adalah self healing paling ampuh. Aku bisa marah, berteriak, tertawa, malu-malu, bahkan menangis, dan mengungkapkan semuanya melalui kata. Ada bagian dari diriku yang bahkan aku sendiri b...
AA : Antologi-Antologi ku Sepanjang medio 2026 ini aku mengikuti event antologi berbagai tema. Beberapa bahkan sudah berproses untuk terbit versi cetaknya. Aku punya target 1 bulan 1 naskah, Bismillah Insyaa Allah bisa, do’akan yaa Awal Januari aku menulis untuk tema diary depresi. Antologi itu sudah terbit. Di hari pertama aku sudah menceritakan sebagian isinya. Dan akhir Januari aku menulis cerita tentang senja di sudut kota. Saat aku menulis cerita ini, buku antologi itu juga sudah selesai cetak. Tentang senja aku juga sudah menceritakan apa yang ku tulis di hari kedua. Paralel dengan saat aku mengikuti challenge 10 hari konsisten ngeblog, aku juga menulis dua buah cerita tentang Atsar. Apa itu Atsar? Atsar berasal dari Bahasa Arab. Secara bahasa, أثر (atsar) berarti jejak, bekas, atau pengaruh yang tertinggal. Dalam tema menulis, aku memaknai Atsar sebagai “ruang jejak keimanan”, itu bukan arti harfiah kamus, tapi sebuah tafsir metaforis yang menurutku sah dan inda...