Langsung ke konten utama

Gerimis 30 Hari_Juni 2026

 


AA : Antologi-Antologi ku


Sepanjang medio 2026 ini aku mengikuti event antologi berbagai tema. Beberapa bahkan sudah berproses untuk terbit versi cetaknya. Aku punya target 1 bulan 1 naskah, Bismillah Insyaa Allah bisa, do’akan yaa


Awal Januari aku menulis untuk tema diary depresi. Antologi itu sudah terbit. Di hari pertama aku sudah menceritakan sebagian isinya. Dan akhir Januari aku menulis cerita tentang senja di sudut kota. Saat aku menulis cerita ini, buku antologi itu juga sudah selesai cetak. Tentang senja aku juga sudah menceritakan apa yang ku tulis di hari kedua. 


Paralel dengan saat aku mengikuti challenge 10 hari konsisten ngeblog, aku juga menulis dua buah cerita tentang Atsar. Apa itu Atsar? Atsar berasal dari Bahasa Arab. Secara bahasa, أثر (atsar) berarti jejak, bekas, atau pengaruh yang tertinggal. Dalam tema menulis, aku memaknai Atsar sebagai “ruang jejak keimanan”, itu bukan arti harfiah kamus, tapi sebuah tafsir metaforis yang menurutku sah dan indah. Dua tulisanku yang ku ikutkan dalam tema ini berjudul “Laa Tahzan Innallaha Ma'ana” dan “Jika ini Ramadhan Terakhirku”. Salah satu naskahku ternyata masuk jadi tulisan pilihan editor dan aku mendapat apresiasi piala dan voucher.


Di Bulan Maret, aku menyelesaikan dua cerita bertema “Di Ruang Bersalin Aku Menjadi Ibu’ dan “Nyatanya Semua Aku Hadapi Sendiri”. Untuk tema pertama tentu aku menceritakan pengalaman pribadiku saat menjalani peran baru sebagai ibu. Dengan sedikit dramatisasi karena saat aku melahirkan, secara kebetulan bapak ibu sedang berada di tanah suci untuk berhaji. 


Sedangkan tema kedua aku terinspirasi untuk menulis setelah karaoke an lagu Backstreet Boys dan drakoran. Saat ini, aku sedang mencoba menulis tema baru “Tak Apa Biasa Saja”. Belum tahu mau menulis apa nih, sepertinya harus rewatch drakor favorit untuk bisa mengembalikan mood menulis ku lagi


#Gerimis_Jun26_04 #Gerimis30hari @gerimis30hari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...