AA : Antologi-Antologi ku
Sepanjang medio 2026 ini aku mengikuti event antologi berbagai tema. Beberapa bahkan sudah berproses untuk terbit versi cetaknya. Aku punya target 1 bulan 1 naskah, Bismillah Insyaa Allah bisa, do’akan yaa
Awal Januari aku menulis untuk tema diary depresi. Antologi itu sudah terbit. Di hari pertama aku sudah menceritakan sebagian isinya. Dan akhir Januari aku menulis cerita tentang senja di sudut kota. Saat aku menulis cerita ini, buku antologi itu juga sudah selesai cetak. Tentang senja aku juga sudah menceritakan apa yang ku tulis di hari kedua.
Paralel dengan saat aku mengikuti challenge 10 hari konsisten ngeblog, aku juga menulis dua buah cerita tentang Atsar. Apa itu Atsar? Atsar berasal dari Bahasa Arab. Secara bahasa, أثر (atsar) berarti jejak, bekas, atau pengaruh yang tertinggal. Dalam tema menulis, aku memaknai Atsar sebagai “ruang jejak keimanan”, itu bukan arti harfiah kamus, tapi sebuah tafsir metaforis yang menurutku sah dan indah. Dua tulisanku yang ku ikutkan dalam tema ini berjudul “Laa Tahzan Innallaha Ma'ana” dan “Jika ini Ramadhan Terakhirku”. Salah satu naskahku ternyata masuk jadi tulisan pilihan editor dan aku mendapat apresiasi piala dan voucher.
Di Bulan Maret, aku menyelesaikan dua cerita bertema “Di Ruang Bersalin Aku Menjadi Ibu’ dan “Nyatanya Semua Aku Hadapi Sendiri”. Untuk tema pertama tentu aku menceritakan pengalaman pribadiku saat menjalani peran baru sebagai ibu. Dengan sedikit dramatisasi karena saat aku melahirkan, secara kebetulan bapak ibu sedang berada di tanah suci untuk berhaji.
Sedangkan tema kedua aku terinspirasi untuk menulis setelah karaoke an lagu Backstreet Boys dan drakoran. Saat ini, aku sedang mencoba menulis tema baru “Tak Apa Biasa Saja”. Belum tahu mau menulis apa nih, sepertinya harus rewatch drakor favorit untuk bisa mengembalikan mood menulis ku lagi
#Gerimis_Jun26_04 #Gerimis30hari @gerimis30hari

Komentar