Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 13


Chapter APRIL

Part 2

April setiap tahun, bagiku kini bukan lagi sebagai bulan untuk ulang tahun, namun lebih ke bulan untuk ilang tahun. Setiap tahun menjadi self reminder sebagai waktu untuk semakin mendekat kepadaNya. Menyelesaikan semua masalah dengan semakin dewasa, bukan dengan banyak drama. Tahun ke 40 ku juga menjadi titik balik sikapku terhadap semua hal. Entah sejak kapan aku mulai tidak peduli dengan pencapaian orang lain, yang dulu selalu ku harapkan dan ku do’akan (karena sifat iri dalam diri ini). Aku semakin memahami bahwa apa yang menjadi takdirku tak kan melewatiku. Setiap orang memiliki badainya masing-masing.

Aku adalah wanita mandiri, cantik (kata Ibu dan anakku), suka menabung, tidak boros, dan pekerja keras. Bukankah itu perpaduan yang sangat mematikan? Tetapi percayalah, wanita seperti itu selalu gagal dalam percintaan. Kalau aku berhasil dalam cinta, tentu saat ini aku masih berumah tangga :D. Tapi kenyataannya aku adalah seorang single mother with a son. Gagal mempertahankan pernikahan di akhir tahun 2018, kemudian menjomblo kurang lebih 1,5 tahun, sempat dekat dengan beberapa laki-laki toxic yang semua berstatus widow itulah diriku. Hahaha. 

Apakah aku kapok untuk menjalin cinta lagi? Ya, tentu. Karena itu aku menjadi sangat pemilih dalam menentukan pasangan saat ini karena aku tidak mau gagal lagi. Dan, syarat utama, laki-laki itu harus mau menerimaku sepaket dengan anakku. Karena bagiku saat ini kebahagiaan laki-laki kecilku adalah segalanya. Anakku adalah satu-satunya harta berharga yang aku punya.

Ibarat bunga saat ini aku sedang mekrok-mekroknya. Punya pekerjaan tetap, tak suka merepotkan orang, tentu banyak kumbang yang mencoba datang. Menggoda dengan segala caranya, mulai dengan cosplay sebagai buaya, orang kaya, hingga orang yang berbahaya. But, sorry. Aku memang janda, tapi aku janda berkelas, tak semudah itu bisa mendapatkanku, hahaha.

Apakah dengan menulis part ini, itu berarti aku mencari cinta lagi ? Ooo tidak, kebetulan saat ini ada someone special who really loves me. Semoga kali ini jawaban dari-Nya. 

Aamiin.

Buatmu disana, semoga Allah memanjangkan tali kasih kita tak hanya di dunia, namun hingga ke Surga-Nya. Aamiin.

April 2025 dan April selanjutnya akan ada apa lagi? Kupasrahkan semua takdirku pada-Nya. Tentu aku ingin semua cerita adalah bahagia akhirnya, do’akan aku yaa.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...