Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 23


Chapter AGUSTUS

Part 1

Bulan Agustus, seperti biasa, identik dengan hari kemerdekaan negara kita. Semua kegiatan, baik di kantor maupun di lingkungan kampung, berkaitan dengan tema perjuangan. Tidak banyak yang bisa aku ceritakan di bulan ini selain rasa bahagia karena bisa ikut berjuang melawan rasa insecure pada diri. 

Awalnya, aku menolak ikut berpartisipasi dalam lomba yang diadakan di lingkungan kantor karena merasa usia yang tak lagi muda. Malu. Biarlah aku jadi penggembira saja. Namun karena kekurangan personel, akhirnya aku ikut maju mengikuti salah satu lomba yaitu estafet sarung berkelompok. Yang ada dalam pikiranku saat itu, menang atau kalah tidak masalah, semua itu adalah bagian dari partisipasi untuk happy-happy.

Ternyata yang terjadi adalah… Diam tidak mau ikut lomba, bergerak jadi juara pertama. ðŸ˜€

Yaa, kami memenangkan juara pertama lomba estafet sarung untuk kelompok putri. Terimakasih adik-adikku, membuat kakakmu yang aneh ini bisa ikut happy tanpa rasa malu lagi. Tahun depan ikut lagi nggak, ya? Hehe. ðŸ˜€

Selain juara pertama lomba estafet sarung, divisi tempat aku bekerja memenangkan juara pertama estafet kelereng, juara dua lomba estafet sarung putra, dan juara tiga lomba memasukkan pensil dalam botol. Perjuangan melawan rasa tidak pede dan minder berhasil dikalahkan. Merdekaaa!!!

Bagaimana perayaan kemerdekaan Agustus 2024 di lingkungan kantormu? Apakah semeriah yang aku ceritakan? Atau lebih heboh lagi?


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...