Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 11


Chapter MARET

Part 5

Flashback Maret 2023 …

Alhamdulillah. Tanpa kusadari, impian-impianku sejak dulu terwujud satu per satu. Bahkan sebagian besar terjadi sepanjang tahun lalu, yaitu di tahun 2023. Apa saja mimpi itu ? aku akan mencoba menceritakan lewat tulisanku

Apply for that job – apakah artinya pekerjaan sekarang adalah impian? Ya tentu, karena dari pekerjaan inilah akhirnya aku bisa buat checklist untuk list lainnya.


Buy that train ticket – semenjak pandemi beberapa tahun belakangan, siapapun jadi terbatas untuk pergi kemanapun dengan moda apapun. 

Awal rencana memang mau ambil cuti di Bulan Juli tahun lalu untuk pergi ke Bandung. Qadarullah, Ibu dan anak gantian sakit. Akhirnya ambil cuti di Bulan Maret, dengan konsekuensi kemungkinan tidak jadi liburan ke Bandung. Yang ternyata memang akhirnya cancel sementara karena banyak hal. Bagaimana dengan checklist “buy that train ticket”? Setelah cuti malah terchecklist dengan sendirinya karena harus DL ke Jakarta untuk diklat. Bahkan dapat bonus, “get that plane ticket.” Alhamdulillah, Fun fact sebelumnya aku baru sekali naik pesawat di tahun 2010, jadi kemarin itu rasanya deg-deg an lagi. 

Level up to be the parent of a teenager – anakku akhirnya mau dikhitan  Setelah drama beberapa tahun untuk sounding bahwa khitan bagus untuk kesehatan reproduksi yang selalu berakhir dengan tangisan. 

Di ulang tahunnya yang ke-11 dengan bangganya dia bilang, “Aku mau khitan sekarang, Buk!”

Be sholeh, sayang 

Holiday – rencana liburan ke Bandung, tanpa diduga juga terwujud akhir tahun lalu. Meskipun tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi karena macet dimana-mana, tapi aku bahagia karena bisa mendampingi Bapak Ibu untuk liburan dan bertemu cucu-cucu beliau berdua. Sehat-sehat, Mbah. Supaya bisa liburan ke tempat seru lainnya.


Get the master degree – Entah kapan impian yang satu ini terwujud, aku masih mengatur waktu. Kadang separuh hati ini masih enggan untuk bergerak. Penuh keraguan untuk melakukannya.

Daftar haji – Tahun 2023 di bulan Oktober sudah berniat akan mendaftar haji di tahun 2024. Kenapa memilih waktu tersebut? Nanti akan ku ceritakan detailnya di chapter selanjutnya. 


Akankah 2024 semua mimpiku terwujud ? Bismillah saja  (Ketika menulis ini, beberapa mimpi sudah berhasil ku coret lagi dari daftar, karena aku bisa meraihnya)

So,,,
Do all the things that scare you,, because they’re worth it.

Dengan semua perjuangan ini, suatu saat nanti, aku akan dengan bangga bercerita kepada anak dan cucuku. 

“Hai kids, this is your grandmother, I’m happy to be me.” 

Aku bangga terlahir dari keluarga yang penuh kehangatan. Keluarga yang selalu mengapresiasi setiap tahap pencapaian yang telah diraih. 

I love you all, my father, my mother, my son, my sister, my brother, and you, someone who really loves me. Thanks.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...