Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 21


 Chapter JULI 

Part 1

Bulan Juli aku mendapatkan kesempatan mengikuti diklat dari instansi tempat ku bekerja. Yaitu pelatihan Bahasa Inggris. Tentu aku dengan senang hati mengikutinya. Beberapa materi seperti speaking, writing, making video, making audio, dan membuat podcast aku selesaikan dengan baik.

Ketika aku menceritakannya pada partner-ku, dia langsung excited mengajakku berkolaborasi membuat tulisan dalam dua bahasa. Karena kebetulan dia dari sebuah negara di luar Indonesia. Dan ini adalah hasilnya. 

PLATONIC RELATIONSHIP or ROMANTIC RELATIONSHIP by Jihan and Ali

Who is she ? 

She’s a girl with many dreams. Her age doesn’t limit her ability to dream and to imagine her future. This girl wants to travel to places. She wants to be independent and to be successful. To many people, it’s just a dream, but to her, it’s the future she must have, so she chooses to walk toward it

She dares to dream big because she is able to do so, with the help of self-knowledge and courage. She doesn’t look at herself and sees weakness. In contrast, she sees herself as the champion. She views her life as a gift from Allah, and she knows everything will be good for her if she chooses to follow her heart and work hard to reach her goals in the future.

How about her love ? 

She ever loved the wrong person. She had to deal with heartache alone after she broke up with him who left her nothing but a scar. A scar was so deep that it made her become a vengeful person

If you love yourself enough, you will understand the meaning of life. When someone leaves you, you will have to make up your own mind. let his pictures be removed from your memory store. Sometimes it’s not easy, but at least, she can hide them, she can and she should. She believes she can forget those bad things and move on. Her friend suggested that she meet people with the same heartache experiences. talk to them. Listen to their stories.

Someone new offers his love.. 

Kami dipertemukan secara kebetulan, juga tanpa sebuah perencanaan yang mendalam, dan di kala itu keadaan kami sama-sama sedang terluka namun dengan cara dan cerita yang berbeda. Bahkan di saat itu hati kami sama-sama tak ingin kembali mencintai, namun nyatanya rasa itu datang tanpa bisa dihindari, seakan kembali mengajak kami untuk saling memahami.

Sederhana, hanya dengan dua sorot mata yang tajam, seolah menikam jiwaku yang lemah dalam pelukan, diiringi gerimis pada sebuah malam, membuatku semakin optimis untuk kembali merajut kisah romantis.

Entahlah apa yang kini sedang terjadi, atau mungkin ini adalah jawaban dari sekian banyak harap yang kerap kuamini, namun dengan bahasa yang memang sulit untuk dimengerti.

Nikmati saja, bukankah kemarin deritamu begitu hebat? Haii, tak apa jika kamu jatuh, asal tetap utuh, berjuang untuk sembuh, dan tumbuh, yang tentu bersamamu.

Doakan kami agar segera berkolaborasi dalam sebuah pernikahan yaa. ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...