Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 2



Chapter JANUARI

Seperti yang kuceritakan pada part sebelumnya, bahwa di usiaku yang ke 40 tahun lalu “seharusnya” aku sudah mendapatkan pekerjaan yang mapan sehingga aku bisa matang secara emosional dan finansial. Akan ku perkenalkan dulu siapa aku ini.

Aku dulu adalah seorang ibu rumah tangga. Namun, setelah peristiwa pahit menimpaku, kini aku adalah seorang ibu pekerja, ibu tunggal dari seorang anak laki-laki, yang sudah enam tahun ini menjalani long distance relationship dengan keluarga karena aku bekerja di luar kota. 

Aku seorang ASN Pemda yang seharusnya wajib mematuhi seluruh peraturan yang mengikat kinerjaku, termasuk seragam. Mulai tahun lalu, aturan tentang seragam di instansi tempatku bekerja berubah. Baik itu dari seragam atasan, seragam bawahan, hingga kerudung yang harus dipakai di waktu-waktu tertentu.

Hijab warna kuning mustard adalah salah satu dari aturan yang harus dipakai sebagai pelengkap seragam khaki yang dipakai setiap hari Senin. Yang menurutku, mohon maaf, kurang match karena jadi terlihat mewah. Selain hijab kuning mustard, seragam baruku di tahun 2024 adalah memakai PDH putih-hitam dengan hijab warna pink salem yang dipakai setiap hari Rabu, yang lagi-lagi, menurutku semua ASN, seperti tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Aku pernah dikira dokter ketika sedang survey bangunan. Padahal, ASN tidak semua tenaga kesehatan, ada juga tenaga pendidik dan tenaga teknis seperti aku. 

Seragam lain yang wajib kupakai adalah baju adat Jawa berupa kebaya kutu baru, jarik warna sogan, dan sepatu selop warna hitam. Tahun sebelumnya kami memakai seragam tersebut setiap hari Kamis dengan ketentuan warna putih tulang. Namun, di tahun ini kami memakai seragam tersebut di hari Kamis terakhir setiap bulan, dan tidak harus warna putih tulang. Bisa berbagai warna dengan hijab yang senada. 

Bagaimana dengan ASN laki-laki? Apakah juga memakai baju adat Jawa? Kalau itu pertanyaanmu, jawabanku tentu saja, “ya”. Untuk ASN laki-laki tahun sebelumnya setiap hari Kamis akan memakai beskap landung warna putih tulang, jarik warna sogan, dan selop warna hitam. Aturan baru di tahun 2024 menyesuaikan dengan ASN perempuan, yaitu memakai beskap landung warna tidak harus putih tulang, untuk bawahan dan sepatu masih sama. 

Berkunjunglah ke kota tempat aku bekerja yaitu di Surakarta ketika akhir bulan di hari Kamis. Kalian akan melihat para ASN seperti sedang menghadiri kondangan atau acara adat Jawa. Semua terlihat anggun dan cantik, juga ganteng dan berwibawa.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...