Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 20


 

Chapter JUNI

Part 2

Entah mengapa, di usia ke-empat puluh ini tiba-tiba ingatanku melayang pada masa remajaku, masa puber pertamaku, yaitu masa putih biru. Saat itu ada sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta yang isinya adalah rubrik-rubrik seputar remaja, permasalahan, hingga ramalan bintang yang tentu dinanti pemirsa sesuai segmennya, yang sebenarnya tidak wajib dipercaya kecuali yang baik-baiknya. 😀

Aku kelahiran bulan April dan zodiakku adalah Aries. Menurut sebuah artikel, aku lupa dari mana sumbernya, karakter seorang Aries adalah lucu tapi mudah marah. Dia pendengar yang baik tapi juga posesif. Dia manja, tapi keras kepala. Dia dewasa di depan semua orang, tapi dia adalah bocah kecil di depan pasangannya. Dia selalu pandai menyembunyikan kesulitannya, tapi dia tidak pandai menyembunyikan rasa bencinya. Dia mudah berteman tapi sulit jatuh cinta, dan ketika dia sudah menentukan pilihannya, dia akan benar-benar menutup celah untuk orang lain mendekatinya. Prioritas dan dunianya hanyalah pasangannya. Jadi, bersama Aries adalah sebuah keberuntungan sekaligus malapetaka hanya jika kamu memulainya.

Lalu, apa hubungannya dengan chapter Juni ?

Pasanganku sekarang adalah seorang Gemini yang lahir di bulan Juni. Seperti yang bisa dilihat bahwa Aries dan Juni bisa menjadi pasangan yang baik. Semoga, ya.

Karena ramalan iseng itu, aku pernah mengirim pesan pada Mas Gemini tentang good couple between Aries and Gemini. Untuk ngode aja sih sebenarnya. 😀

“Babe, I just saw a video about Aries personality. Aries is spoiled but stubborn, funny but grumpy, a good listener but possessive, mature in front of everyone but becomes a child in front of her partner, good at hiding her difficulties but not good at hiding her feelings, easy to make friends but hard to fall in love, when she has found her choice, she will close the gap for other people to approach her, her priority is her partner. Does that suit me?”

“It suits you, babe.” jawab Mas Gemini.

“In that video, Aries’ best partner is Gemini because they are both perfectionists. If Aries and Gemini pair together it will make other people jealous. You’re a Gemini, right? Are you really the soulmate that Allah sent for me, babe?”

“I know that we are both made for each other.” balasnya.

Dan, kemudian kami berdua bersamaan mengucapkan, “Aamiin Yaa Rabb.”

 

Ketika kita datang ke dunia ini

Tuhan memperlihatkan semua orang di sekitar kita

Kakek, Nenek, Ibu, Ayah

Anak-anak

Sahabat

Tapi, ada satu wajah yang tak diperlihatkan-Nya pada kita

Aku heran kenapa

Satu wajah yang membuat kita jatuh cinta

Aku punya segalanya

Tapi tak tahu siapa yang akan datang dalam kehidupanku

Dan menjadi milikku

Semoga itu kamu, Mas Gemini-ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...