Langsung ke konten utama

My Ramadhan Story -- Tips bugar saat puasa

 


Day 3 Tips bugar saat puasa

Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T.

Puasa dengan batu empedu itu memang beda level perjuangannya ya. Bukan cuma menahan lapar dan dahaga, tapi juga berdamai dengan tubuh yang kadang protes dengan cara yang diam-diam saja. Tapi tenang, kita (aku sih sebenarnya) sebagai  penderita batu empedu tetap bisa bugar kok selama Ramadhan, asal strateginya tepat dan tubuh bisa diajak kerja sama, bukan dipaksa.

Berikut beberapa tips yang realistis dan ramah untuk kondisi batu empedu menurut ku, berdasarkan konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam yang menanganiku sejak awal terdiagnosa

1. Jangan Lewatkan Sahur, dan Jangan “Balas Dendam”

Untuk penderita batu empedu, melewatkan sahur itu seperti mengundang drama. Perut kosong terlalu lama bisa memicu kontraksi empedu yang kurang nyaman. Jadi, sahur itu wajib yaa. Tapi hati-hati juga jangan balas dendam dengan makanan berat dan berlemak. Tetap hindari gorengan, santan kental, kulit ayam, jeroan, dan makanan bersantan pekat. Lemak tinggi bisa memicu serangan nyeri.

Contoh makanan pilihan saat sahur: (kemarin aku sudah menuliskannya)

a. Protein rendah lemak (roasted chicken tanpa kulit, tahu, tempe kukus)

b. Sayuran segar atau tumis ringan

c. Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal)

d. Buah yang tidak terlalu asam

Ingat: tujuan sahur bukan kenyang maksimal, tapi stabil energi.

2. Atur Pola Makan: Sedikit Tapi Cukup

Saat berbuka, jangan langsung “gas penuh”. Empedu kita sensitif terhadap makanan berlemak tinggi dalam jumlah besar sekaligus. Bisa coba dengan pola ini:

a. Buka dengan air putih + kurma (1–2 butir cukup)

b. Tunggu 10–15 menit

c. Lanjut makanan utama dalam porsi sedang

d. Lebih baik makan bertahap daripada langsung banyak. Ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan dan mencegah rasa mual atau nyeri ulu hati. 

3. Hidrasi Itu Kunci

Kurang minum bisa membuat empedu lebih pekat, yang berpotensi memperparah keluhan. Gunakan pola 2-4-2: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara tarawih hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur. Hindari minuman tinggi gula dan terlalu banyak kafein karena bisa memicu dehidrasi ringan. Air putih tetap juara yaa. The best pokoknya ^_^

4. Batasi Lemak, Bukan Nol Lemak

Ini penting. Banyak orang berpikir penderita batu empedu harus nol lemak. Padahal tubuh tetap butuh lemak dalam jumlah kecil untuk fungsi normal. Yang perlu dihindari adalah:

a. Lemak jenuh tinggi

b. Makanan digoreng dalam minyak banyak

c. Fast food

d. Pilih lemak sehat dalam porsi kecil seperti: Minyak zaitun sedikit untuk salad dan alpukat dalam jumlah moderat

Kuncinya: kualitas dan porsi yaa

5. Tetap Bergerak, Tapi Jangan Berlebihan

Puasa bukan alasan untuk rebahan seharian, apalagi bagi ibu pekerja sepertiku, jelas nggak mungkin di kantor tiduran terus, ya kaan, tapi puasa juga bukan momen untuk olahraga ekstrem. Lakukan saja aktivitas ringan yang aman, seperti jalan santai 20–30 menit menjelang berbuka, peregangan ringan, atau yoga lembut. Olahraga berat saat perut kosong bisa memicu ketidaknyamanan dan mempercepat dehidrasi. Tubuh kita bukan musuh, jadi perlakukan dengan lembut, disayang-sayang, kesehatan mahal harganya.

6. Kenali Tanda Bahaya

Ini bagian yang sering diabaikan. Jika muncul beberapa gejala seperti nyeri hebat di perut kanan atas, kemudian nyeri menjalar ke punggung bahkan mual muntah hebat dan demam, itu bisa jadi tanda serangan batu empedu. Jangan ditahan hanya karena sedang puasa. Kesehatan tetap prioritas utama. Puasa itu ibadah, bukan ajang memaksakan diri, boleh berbuka meski terpaksa. Allah SWT memberikan rukhsah pada hambaNya yang sedang dalam hal demikian kondisinya. Nggak perlu khawatir, jika masih ada usia, kita masih bisa men-qadha hari-hari dimana kita tidak berpuasa.

7. Kelola Stres dan Pola Tidur

Percaya atau tidak, stres bisa memperburuk gangguan pencernaan. Usahakan tidur cukup, tidak begadang berlebihan, atur ritme kerja selama Ramadhan. Tubuh yang lelah lebih mudah “rewel”.

Jika kita sedang menjalani puasa sambil membawa kondisi kesehatan yang perlu perhatian ekstra, itu bukan kelemahan kok, itu justru bentuk tanggung jawab pada diri sendiri. Ibadah yang baik adalah ibadah yang menjaga amanah tubuh. Kalau boleh jujur, penderita batu empedu sering justru jadi lebih mindful soal makan. Dan itu sebenarnya hadiah tersembunyi, kita jadi lebih sadar apa yang masuk ke tubuh.

Demikian tips tetap bugar saat berpuasa dariku, semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca ^_^

Surakarta, 23 Februari 2026

 “Challenge Menulis IIDN”

#IIDN #IIDNRamadhanChallenge #Day3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...