Sabtu, 21 Februari 2026

My Ramadhan Story -- Ide menu sahur

 


Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T.

Day 2 Ide menu sahur

Melanjutkan tulisan hari pertama kemarin.

Tahun 2025 selain menjadi Ramadhan terberat juga menjadi tahun terberatku. Aku tiga kali masuk Instalasi Gawat Darurat di tiga Rumah Sakit yang berbeda dengan diagnosa yang berbeda pula. Namun muaranya sama, aku harus mulai memperhatikan pola makanku. Diagnosa terakhir mengharuskanku mengambil keputusan berat yaitu tindakan operasi untuk mengambil batu yang bersarang di kantong empedu ku.

Oiya, untuk challenge hari ini, izinkan aku mencoba menulis ide menu sahur untuk penderita batu empedu sepertiku dalam bentuk puisi ya, semoga teman-teman berkenan membacanya.

SAHUR, SALAD, DAN MAKANAN YANG KU RINDUKAN

Dini hari ini tidak lagi beraroma santan

Ia wangi daun selada yang baru dicuci, bersama beberapa tomat irisan

Juga ayam panggang yang matang perlahan

Tidak ada minyak berlebihan

Tidak ada gemericik gorengan


Hanya pikiranku yang sibuk menata ulang

Siapa sangka, sahur bisa sesunyi ini sekarang

Di hadapanku, salad sayur dan roasted chicken sederhana sudah terhidang

Hijau, hangat, dan tenang

 

Sebagai seseorang yang hidup dengan batu empedu, aku belajar bahwa tubuh tidak bisa lagi diperlakukan sembarangan

Lemak berlebih bukan cuma soal rasa, ia bisa berubah menjadi nyeri yang menyakitkan

Santan yang dulu terasa ramah, kini seperti tamu yang tak ingin lagi kuundang

Dan di sela kunyahan ayam panggang tanpa kulit itu, ada rindu yang datang pelan

Aku sungguh rindu diriku yang dulu, yang tak perlu memikirkan kontraksi kandung empedu di tengah malam

 

Dulu, sahur adalah perayaan kecil sebelum fajar, sekarang, sahur adalah perenungan

Tapi anehnya, dalam kesederhanaan ini, aku menemukan sesuatu yang baru, sebuah kesadaran

Ramadhan kali ini bukan tentang menahan nafsu dan kelaparan

Ia tentang berdamai dengan batas kemampuan

Salad ini tidak sekadar sayuran

Ia seperti pengingat bahwa hidup tetap bisa segar meski tak lagi seramai dan menyenangkan

Aku makan perlahan, tidak tergesa, tidak berlebihan

Ada bagian dalam diriku yang masih merindukan hangat gorengan dan kuah bersantan

Tapi setiap kali aku mengingat nyeri yang pernah ada, itu membuatku terdiam, dan sama sekali tidak ingin memulai obrolan

 

Ramadhan kali ini bukan hanya tentang menahan

Ia tentang menerima bahwa tubuhku kini lebih sensitif, dan itu bukan kelemahan

Itu peringatan. Itu pelajaran. Itu cara Allah mengajarkanku untuk lebih lembut pada diri sendiri yang dulu selalu mencoba bertahan meskipun itu sangat menyakitkan

 

Setelah lebaran nanti mungkin akan ada sebuah keputusan yang sedikit menakutkan

Sebuah tindakan mengambil ‘makhluk’ Nya yang sudah sejak lama bersarang

Tapi hari ini, di meja ini, aku memilih untuk hadir sepenuhnya meski sendirian

Salad yang segar, ayam panggang yang hangat, dan hati yang  belajar ikhlas perlahan

Aku mungkin tak lagi seperti dulu, tapi aku tidak sedang kehilangan diriku. Di antara hijau daun selada dan uap tipis roasted chicken itu, aku tak lagi hanya merasakan rindu. Aku merasakan harapan.

Yaitu kesembuhan

 

– Selesai –

 

Keterangan bahan makanan:

 

1. Bahan Sayuran Dasar (Rendah Kalori) 

● Selada (Lettuce): Selada bokor, selada keriting, atau selada romaine. Ini adalah dasar yang ringan dan renyah.

● Ketimun (Cucumber): Sangat rendah kalori dan tinggi air, membantu kenyang lebih lama.

● Wortel: Parut atau potong korek api untuk tekstur renyah.

● Kol (Ungu/Putih): Sumber serat yang baik dan harganya murah.

● Tomat: Tomat ceri atau tomat biasa potong, memberikan rasa segar.

● Jagung Manis (Rebus/Kukus): Sebagai sumber karbohidrat sehat (gunakan secukupnya).

2. Bahan Protein (Agar Kenyang Lebih Lama)

Tambahkan salah satu bahan ini untuk menjadikan salad sebagai makanan berat:

● Telur Rebus: Sumber protein paling sederhana.

● Dada Ayam Panggang/Rebus: Potong dadu atau suwir.

● Tempe/Tahu Panggang: Opsi nabati yang sehat.

3. Bahan Dressing Sehat (Rendah Lemak/Kalori)

Hindari mayones full-fat. Gunakan alternatif ini:

● Saus Mushroom

● Yoghurt Yunani (Greek Yogurt): Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis, garam, dan lada.

4. Bahan Tambahan (Opsional)

● Bawang Bombay: Untuk aroma.

● Paprika: Memberi rasa manis segar dan vitamin.

● Kacang-kacangan: Walnut atau almond panggang (sedikit saja untuk lemak sehat).

Grobogan, 22 Februari 2026

“Challenge Menulis IIDN”

#IIDN #IIDNRamadhanChallenge #Day2

Tidak ada komentar: