Bagaimana hari liburmu bestie? Hari ini aku akan mencoba bercerita tentang kisah satu sudut versiku. Ada tiga cerita sih nanti, tapi aku akan mulai bercerita dari satu sudut dulu. Sudut di rumah orang tua kami, yang tiap weekendnya aku kunjungi. Sudut ini kunamakan sudut pencapaian. Kenapa seperti itu?
Karena di sudut yang berada di ruang tamu rumah orang tua kami, terlihat 3 foto wisuda kami. By the way, aku adalah anak tengah dari 3 bersaudara. Kakak perempuanku adalah seorang nakes yang berkecimpung di per-gizian, adik lelakiku adalah seorang tenaga ahli di bidang kelistrikan. Sedangkan aku adalah seorang penata ruang (bukan penata ruangan yaa hihiii), lebih concern ke perwilayahan dan perkotaan.
Foto dan plakat wisuda kami adalah bukti pencapaian kami di bidang masing-masing. Menjadi bukti pula bahwa pasangan tenaga pendidik di sebuah kota kecil di Jawa Tengah telah berhasil mengantarkan putra putrinya hingga sekarang ini. Aku masih ingat momen-momen ketika setiap dari kami mendapatkan pencapaian selanjutnya yaitu diterima bekerja, bapak menangis dengan penuh sedu sedan, sedangkan ibu berusaha tegar, tapi aku tahu sebenarnya ibu juga menyembunyikan perasaan haru birunya.
Kini setelah bapak ibu purna dari tugasnya, kami yang Insyaa Allah melanjutkan kiprah beliau berdua mengabdi untuk negeri ini. Suatu saat nanti, aku akan dengan bangga bercerita kepada anak dan cucuku. Aku bangga terlahir dari keluarga yang penuh kehangatan. Keluarga yang selalu mengapresiasi setiap momen pencapaian yang telah diraih. Sehat selalu bapak ibu,,, Semoga masih ada waktuku untuk membahagiakan keduanya.
Aamiin,,,
Sudut yang lain yang akan kuceritakan adalah pemandangan di depan balkon rumah kami ini, yang kusebut sebagai sudut kebahagiaan bapak. Karena disitu selalu kutemukan senyum bahagia bapak setiap kali selesai mengajar madrasah yang salah satu kelasnya berada di rumah. Bapak yang notabene seorang pensiunan guru agama masih belum bisa melepas rutinitasnya sebagai pendidik. Jadilah beliau mengisi siang hingga sore harinya dengan tetap mengajar anak-anak seusia SD sampai SMP yang mengikuti kegiatan sekolah sore berbasis agama, semacam TPA atau di daerah kami biasa disebut dengan madrasah atau sekolah arab.
Usai memberikan materi, bapak akan duduk di kursi tersebut sambil menatap pemandangan di depannya. Di balik pintu teras atas tersebut biasanya para siswa mendengarkan apa yang bapak sampaikan. Pemandangan atap masjid yang terletak di depan rumah kami sering dipandang lekat-lekat oleh bapak. Lalu jika adzan Ashar berkumandang dari mu’adzin masjid, bapak akan bersiap menjadi imam untuk memimpin sholat.
Lupa, sejak kapan aku menjadikannya sudut kebahagiaan bapak. Mungkin sejak aku sering melihat bapak tersenyum usai mengajar siswanya. Sudut kebahagiaan bapak ini tidak akan kami ubah sampai kapanpun. Semoga bapak diberikan panjang umur dan kesehatan agar menjadi sumber kebahagiaan orang-orang di sekitarnya. Aamiin… Uh, nulis gini aja, aku kok jadi mewek sendiri, emang dasar aku cengeng orangnya,,
Sudut ketiga yang akan kuceritakan adalah sudut masa depan. Sudut ini adalah kamar kami bertiga, dimana kami menghabiskan masa kecil dengan penuh kehangatan. Canda tawa, tangis duka kami habiskan bersama. Berantem kemudian kembali rukun dan bermain bersama lagi menjadi rutinitas sehari-hari kami di sudut ini.
Tidak ada tontonan televisi namun menggantinya dengan mengaji setelah Maghrib menjadi kebiasaan baik yang sampai sekarang masih kami lakukan dan kami turunkan kepada anak-anak kami. Setelah selesai sholat Isya dan makan malam bersama, biasanya masing-masing dari kami akan pergi ke sudut masa depannya sendiri untuk belajar dan menuliskan impian. Kemudian setelah capek kami akan tertidur pulas di sudut tersebut.
Impian-impian kami satu persatu tercoret karena telah terwujud. Tentu ini tidak terlepas dari dukungan serta do’a bapak dan ibu yang selalu mengalir sampai detik ini. Terimakasih banyak bapak ibu,, sehat selalu,, Semoga impian kita untuk bersama-sama ziarah ke Makkah bisa terwujud.
Aamiin,,,
Kalau kalian, sudut bagian mana dalam rumah yang mencerminkan kehangatan hati yang menyatu dalam keluarga versi kalian ? Yuuk coba tuliskan, aku juga ingin membacanya ^_^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar