Minggu, 05 April 2026

me in my forty -- part 35


 

Chapter DESEMBER

Part 2 (akhir)

Perempuan tidak bercerita,, dia hanya prengat prengut, cemberut, emosian tak berkesudahan, galau dan marah marah seharian. Tiba-tiba mencari drama korea dari aktor kesayangan. Tiba-tiba pula menyanyi lagu Ambyar dari Mas Denny Caknan, namun tiba-tiba pula dia jadi punya karya dalam aksara.

Buku pertamanya terbit di akhir tahun 2024. Bagaimana dia tidak bahagia, itu salah satu impiannya sejak dulu kala. Selamat atas pencapaianmu, wahai Jihan Maria Ulfa. Sudah siapkah dengan tantangan di tahun 2025? Semua harus kamu jemput dengan perasaan tenang dan bahagia, ya.

Part ini akan jadi cerita akhir dari buku ini. Tak terasa, tiga puluh lima bagian sudah ku selesaikan. Tantangan yang mengharuskanku konsisten menulis setiap hari di sela-sela pekerjaan. Dan, ternyata aku bisa menaklukkannya. Proud of me,, kamu hebat, Jihan.

Setelah ini rasanya aku butuh jeda. Butuh waktu untuk beristirahat sebentar dari kegiatan menulisku ini. Semoga tidak berlangsung lama. Tapi, maaf, ceritaku mungkin sudah tak terekam di platform manapun, pun di dua akun instagramku, ataupun facebook ku. Karena aku hanya akan menuliskannya di diary untuk merangkum cerita di tahun ini. Yang mudah-mudahan jika masih ada umurku, akan kuceritakan di tahun depan, di buku solo keduaku

Aku butuh spasi untuk mengembalikan mood untuk menulis lagi. Tidak untuk berhenti seperti titik di akhir kalimat. Aku hanya butuh tanda koma dan spasi untukku beristirahat. Mudah-mudahan nanti setelah semua ku mulai lagi, teman-teman masih berkenan membaca cerita-cerita random-ku, yaa.


Sedikit bercerita. Aku pernah membuat cerita yang terangkum melalui penjabaran huruf sesuai tanggal aku menulis. Aku juga pernah merangkai semua cerita dalam sebuah tema “It’s My Journey, Life Begins at Forty.” Karena hampir semua cerita adalah perjalananku menuju usia kepala empat di tahun 2023.

Hujan yang turun di luar malam ini semakin membuatku berintrospeksi. Bahwa untuk mencapai tujuan yang aku ingin, aku harus terus berlari. Namun, jika di antaranya ada duri, aku harus sejenak berhenti. Mengambil nafas, kemudian harus segera bangkit lagi. Aku berusaha memahami bahwa, terkadang hujan sengaja turun, agar aku berteduh dan berhenti mengejar sesuatu yang tidak perlu. Terkadang perlu koma dalam pekerjaan alias cuti agar pikiran fresh lagi. Seperti tulisan yang butuh koma dan spasi untuk mencapai titik dari sebuah kalimat, aku butuh jeda untuk membuat cerita yang lebih menarik lagi. Hari ini aku pamit sejenak dari menulis buku solo pertamaku tahun ini. Insyaa Allah jumpa lagi bulan atau tahun depan atau entah kapan ya, dengan konsep yang lebih matang dan ceria. 

Sabtu, 04 April 2026

me in my forty -- part 34


 

Chapter DESEMBER

Part 1

Desember, kalau ngendikane Simbah artinya gedhe-gedhene sumber, besar-besarnya sumber, sumber rezeki dan sumber kebahagiaan. Namun, jika dikaitkan dengan musim hujan juga bisa berarti besar nya sumber bencana, banjir. Semoga tidak terjadi lagi. Aamiin

Tidak banyak yang bisa aku ceritakan pada chapter Desember ini selain ungkapan kebahagiaan karena telah menutup akhir tahun 2024 dengan terbitnya antologiku yang pertama. Beberapa teman yang mengenalku sangat penasaran bagaimana aku bisa menghasilkan sebuah buku. Baik, akan coba ku ceritakan kronologinya.

Karena hobiku menulis, algoritma sosial mediaku tiba-tiba menayangkan beberapa halaman tentang penerbitan buku. Baik itu antologi maupun solo. Aku tertarik untuk ikut tema Perjalanan Menjadi Seorang Pegawai Negeri Sipil. Dan, kebetulan aku punya beberapa draft mengenai tema tersebut. Jadilah aku mendaftar sebelum waktu registrasi ditutup. Setelah beberapa waktu aku di invite ke grup WhatsApp untuk berkoordinasi bersama peserta lain karena ini akan jadi antologi atau buku bersama kami. Dalam grup tersebut dijelaskan tahap-tahap apa yang akan dilewati. Dari mulai sesi pengumpulan naskah, pemilihan cover, editing naskah, pre order cetak buku, kemudian penerbitan buku. Semua membutuhkan waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan. 

Dalam sesi pre order dari admin grup menjelaskan bahwa jika peserta memesan minimal 2 (dua) buku, maka bisa ikut event antologi lain, yaitu Kisah Dua Hati (Ibu dan Anak). Kebetulan juga, aku mempunyai draft cerita sesuai tema yang diberikan, jadilah aku memesan buku cetak 2 (dua) buah agar bisa mendapatkan bonusnya. Di sesi lain, aku dapat bonus event gratis yaitu ikut antologi Hati Yang Menyatu. Saat ini sedang tahap pre order buku. Dari event bonus gratis aku juga diundang untuk mengikuti event antologi yang lain yaitu Rindu Yang Tertulis, yang saat ini sedang tahap pengumpulan naskah. Tiga antologi sudah berhasil aku selesaikan, sambil menunggu sesi editing sendiri yang akan dibagikan kepada peserta. 

Dalam foto, aku sedang memegang buku antologi pertamaku bersama teman-teman Aparatur Sipil Negara dari berbagai daerah. Aku sudah membaca karya mereka. Secara garis besar perjuangan kami tak jauh beda. Berjuang berkali-kali, gagal berkali-kali juga, namun jika sudah menjadi rejeki, semua pasti akan menghampiri. Banyak juga kisah menarik lainnya seperti long distance relationship karena pasangan yang penempatan kerjanya berjauhan atau kisah ketegaran para ibu pekerja di instansi pemerintahan yang “terpaksa” menitipkan putra putrinya dalam pengasuhan orang lain atau orang tua. Relate sekali dengan kisahku, bukan? Karenanya aku bahagia, aku harus tetap semangat. Ternyata aku tidak sendiri mengalami hal ini. Sebuah perjuangan untuk masa depan yang harus dirayakan.

Alhamdulillah, terimakasih atas full support dari penerbit Alineaku. Terima kasih teman-teman penulis yang hebat, kalian keren sekali. Mari kita rayakan perjuangan ini dengan senyum bahagia. Tunggu buku antologi aku yang kedua, ketiga, dan seterusnya yaa. ^_^

Jumat, 03 April 2026

me in my forty -- part 33


 

Chapter NOVEMBER

Part 5

Menjadi penulis adalah salah satu cita-citaku ketika masih kecil. Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, hobi menulisku ini sudah ku tekuni sejak masih mencurahkan isi hati di diary. Kemudian berpindah ke blog namun tak berlangsung lama karena aku beralih ke caption di media sosial pribadi. Sebenarnya jika mau dikumpulkan, caption yang kita tulis setiap hari bisa jadi buku lho, dan ini yang sedang aku lakukan ^_^

Saat ini meskipun menulis baru jadi hobi karena aku sedang berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara bidang teknis, namun hobi ini akan aku seriusi. Kalau tidak, aku tidak akan mau capek-capek ikut kelas menulis di sana sini. Juga tidak akan berhasil menelurkan sebuah antologi. Seperti yang kalian lihat di foto part ini. 

Yaa, itu buku pertamaku sebagai penulis barengan, dan yang sedang kalian baca ini Insyaa Allah akan jadi buku solo pertamaku. Saat aku ikut kelas bahasa inggris, aku pernah berbagi tips kepenulisan sebagai sesi speaking. Apakah kalian mau membacanya ?

Because I like to write, I would like to share about how to write a personal experience into an interesting story.

  1. Remember the events that have been experienced, such as achievements that have been achieved, lost your motivator, etc.
  2. Write the main events, such as the people involved in our story, where and when did the story take place,etc.
  3. Writing for yourself first, cause that will dig up memories of experiences from the stories written, how deep we can remember the events.
  4. To turn it into a story that many people will read, mix it with our imaginations, improve it.
  5. Last but not least, keep our mood so we can process words well, and start telling.

For me, writing our story in a diary is one way to self healing.

*bahan one on one terakhir di kelas English For Basic. Mohon maaf kalo bahasa inggrisnya masih belepotan.

Sebagai penutup hanya mau bilang, “Sekecil apapun peranmu dalam kehidupan ini, minimal tinggalkan satu buku yang mencerahkan atau satu artikel yang menginspirasi. Dengan begitu, jejakmu tak hanya menjadi cerita pribadi, tapi juga cahaya bagi orang lain.”

Kamis, 02 April 2026

me in my forty -- part 32


 

Chapter NOVEMBER

Part 4

Membersamai anakku dan beberapa teman sekelasnya sebagai seorang teacher mengingatkanku pada pekerjaan lamaku. Aku pernah menjadi tentor di salah satu bimbingan belajar Matematika di Cibubur, Jawa Barat. Kemudian sebelum menjadi Aparatur Sipil Negara seperti sekarang aku sempat punya usaha memberi les kepada anak-anak seusia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Ketika ada program belajar kelompok dari sekolah, tentu aku semangat menjadi wali murid mengajar. 

Beberapa kali belajar melalui offline bergiliran dari rumah ke rumah namun karena cuaca saat ini yang sedang tidak bersahabat untuk kesehatan, akhirnya aku gerak cepat mengantisipasi dengan membuat akun Google Meet untuk mendampingi belajar mereka lewat online. Dan, tentu semua jadi lebih efisien dan efektif karena bisa sambil mengerjakan tugas yang lain. 

Belajar di kelas ujung memang perlu strategi. Biasanya anak-anak akan saling tanya jawab tentang materi yang dipelajari di sekolah selain membahas pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Terkadang juga setor hafalan karena ada program tahfidz juz 30 di sekolah anakku. Mungkin jika aku membuka lagi Ghani Learning Center yang kuusahakan dulu masih banyak anak-anak yang mau belajar denganku. Tapi aku tidak mau, selain repot karena waktu dan tenaga juga, aku bisa jadi bahan ghibahan para guru yang memang memiliki usaha memberi les tambahan untuk siswanya. Aku tidak mau menghalangi pintu rezeki orang lain. 

Rabu, 01 April 2026

me in my forty -- part 31


Chapter NOVEMBER

Part 3

Menjadi narasumber di depan berbagai audience yang berbeda belum pernah ku lakukan sebelumnya. November 2024 aku beberapa kali ditugaskan berbicara di depan umum. Jika tidak pada bidang yang aku kuasai tentu aku akan menolak tugas tersebut. Part ini aku akan menceritakan salah satu pengalamanku ketika menjelaskan sebuah aplikasi tentang pertanahan dan tata ruang sesuai dengan bidang tugasku di tempat kerja.

Aplikasi tersebut bernama “Sentuh Tanahku”. Manfaat menggunakan aplikasi ini adalah untuk mengetahui lokasi bidang tanah kita sesuai dengan dokumen sertifikat yang kita punya. Setelah digabung dengan peta peruntukan atau zonasi akan didapatkan apa saja kegiatan yang diperbolehkan pada lokasi bidang tanah yang kita punya.

Aplikasi “Sentuh Tanahku” bisa di download melalui play store dengan menggunakan email untuk mendaftarkan username dan password kita. Untuk mengetahui lokasi bidang tanah kita perlu disiapkan dokumen sertifikat yang akan dilacak. Pada menu aplikasi tersebut klik lokasi bidang tanah kemudian pilih sertifikat analog atau sertifikat elektronik.

Jika sertifikat elektronik langsung input NIBEL (beberapa digit angka yang ada di halaman pertama sertifikat) dan kode sertifikat yang ada di kiri bawah halaman pertama, kemudian klik “cari bidang tanah”. Jika sertifikat yang dipunya adalah sertifikat analog, maka harus dipilih terlebih dahulu jenis hak atas tanah nya apakah hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, hak pengelolaan, atau hak wakaf. Kemudian pilih kantor pertanahan ada di wilayah kabupaten atau kota mana, pilih desa atau kelurahan, kemudian input lima digit angka nomor ha katas tanahnya. Langkah terakhir adalah klik “Cari Bidang Tanah”. Aplikasi ini terhubung dengan Google Maps sehingga setelah mengetahui bentuk bidang tanah, bisa di-klik rute untuk dilacak titik lokasinya (seperti ketika kita membagi lokasi keberadaan kita di WhatsApp).

Apakah kalian mengerti dengan catatan yang kubuat? Jika belum, kalian bisa bertanya ke Kantor Pertanahan setempat yaa. Terima kasih.

 

Selasa, 31 Maret 2026

me in my forty -- part 30


Chapter NOVEMBER

Part 2

Menjadi model untuk hasil riasan wajah adalah hal baru bagiku. Sudah lama sebenarnya rencana temanku mau menjadikanku model untuk usahanya namun selalu berakhir wacana. Jadi ketika waktu yang tepat tiba, semua kami wujudkan bersama.

Aku yang jauh dari kata good looking alias punya wajah biasa saja bisa disulap bak seorang permaisuri raja. Eh, tapi siapa ya rajanya? Apakah Mas Gemini-ku nun jauh di sana? Ahay!!

Menjadi model ala-ala juga membuatku belajar untuk merias wajah secara sederhana, aku jarang sekali menghias diri sebelumnya. Ini beberapa catatanku tentang make-up untuk pemula.

  1. Bersihkan wajah
  2. Gunakan pelembab dan sunscreen
  3. Oleskan primer
  4. Aplikasikan foundation atau BB cream
  5. Gunakan concealer
  6. Gunakan bedak
  7. Tambahkan alis
  8. Gunakan eyeshadow
  9. Aplikasikan maskara
  10. Gunakan blush on
  11. Semprotkan setting spray

Beberapa tips untuk make up pemula yang ku dapat dari temanku adalah sebagai berikut.

  1. Pilih rangkaian make up yang sesuai dengan jenis kulit wajah. 
  2. Gunakan primer setelah pelembab dan SPF mengering. 
  3. Jangan gunakan primer di area mata.
  4. Gunakan pensil alis yang senatural mungkin, tidak terlalu tebal, dan ikuti bentuk alami alis. 
  5. Gunakan alat make up seperti powder brush, contour brush, blending brush, cushion puff, beauty sponge, dan eyelash curler. 

 

Senin, 30 Maret 2026

me in my forty -- part 29


Chapter NOVEMBER

Part 1

Tanggal 12 November seharusnya menjadi peringatan ulang tahun pernikahanku, tapi sekarang November tidak lagi menjadi catatan tersendiri bagiku. Ya karena aku sudah tidak ada suami. Jadi apa yang mau diperingati selain hati yang sudah mati? ðŸ˜€

November bagiku sekarang bulan biasa seperti bulan-bulan yang lainnya. November tahun 2024 aku malah banyak berkarya. Kalau bisa bilang, November itu ber-nya adalah berkarya. Biar aku jelaskan apa saja karyaku di November itu ya, apakah kalian masih mau membacanya?

Awal bulan November, aku diminta menjadi model untuk usaha make up artist teman dekatku. Chapter selanjutnya akan kuceritakan detailnya. Setelah itu aku memberanikan diri menjadi narasumber dan mentor untuk memperkenalkan sebuah aplikasi tentang pertanahan di kampungku. Aku jadi harus belajar public speaking yang bagus agar apa yang ku sampaikan bisa dimengerti oleh audience-ku

Tak lama setelah menjadi model dan narasumber, aku terlibat dalam beberapa antologi. Pada chapter sebelum-sebelumnya aku pernah bercerita bahwa menerbitkan sebuah buku atau setidaknya antologi adalah salah satu impianku. Dan finally semua terwujud di bulan ini. Antologi ini akan jadi buku pertamaku, sebuah karya abadi dari seorang ibu tunggal yang sering galau dan lebih suka menulis di diary. Antologi pertama diikuti dengan beberapa antologi berikutnya, semakin membuatku semangat untuk menulis dan menulis lagi.

Beberapa testimoni yang sudah membaca tulisanku, katanya aku pandai memainkan diksi. Bagaimana aku tidak happy mendengar ada yang memuji. Aku akan mencoba menulis dari hati, agar bisa sampai ke hati (pembaca). Aku masih terus mencoba berkarya lebih baik lagi.

Sisi lain dariku selain model, narasumber, dan penulis adalah menjadi guru. Bulan November aku membersamai anakku dan teman-temannya karena ada program belajar kelompok dari sekolah. Aku jadi wali murid yang harus mengajar. Ternyata skill mengajarku ketika masih menjadi guru les bisa diandalkan. Anakku dan teman-teman sekelompoknya betah belajar denganku. 

Akan jadi apalagi aku nantinya, aku belum tahu, Aku hanya menjalani hari semampuku.

 

Minggu, 29 Maret 2026

me in my forty -- part 28


 

Chapter OKTOBER

Part 2

11 Oktober 2018, Pengadilan Agama (bercerai)

Tak apa jatuh asal tetap utuh

11 Oktober 2024, Kementerian Agama (mendaftar haji)

Tetap berjuang untuk tumbuh dan sembuh

Aku, seorang ibu tunggal dengan segala lika liku lukanya yang menjalani hari-harinya dengan haru dan huru hara. Aku berjuang sendiri memenuhi kebutuhan anak semata wayangku. Termasuk naik level ketika anakku meminta untuk “dikhitan”. Setelah drama yang tidak habis-habis dan berujung menangis, di ulang tahunnya yang ke sebelas, tahun 2023 dia dengan tegas berkata padaku. 

“Bu, aku mau khitan sekarang.” ucapnya.

Bahagia juga terharu aku mendengarnya. Dia sudah remaja rupanya. Bukan lagi anak kecil yang bisa ku atur segalanya. 

“Baiklah, Nak. Ibu penuhi permintaanmu.”

 

Pulang dari tempat khitan, seorang saudara berkata padaku.

“Sekarang usianya thole berapa, Mbak? Kalau sudah mencapai dua belas tahun segera didaftarkan haji saja.”

Kata-kata saudaraku terngiang-ngiang selalu di telingaku, dan sejak saat itu aku bertekad bulat di tahun 2024, sebagai hadiah ulang tahun anakku yang ke dua belas, aku akan mendaftar haji untuknya dan untukku juga. Dulu, setiap ada yang menawarkan padaku untuk mendaftar haji selalu aku tolak karena hatiku belum terpanggil. Dan, ku rasa saat ini adalah waktu yang memang dirancang Allah untuk mendaftar memenuhi panggilan-Nya ke tanah suci. 

Seperti yang aku ceritakan di part sebelumnya, aku tidak pernah tahu skenario indah apa yang Allah rancang untukku. Ternyata ini jawabannya, aku memantapkan hati untuk semakin mendekat pada Sang Pencipta-ku. Bismillah. Mecca, I’m coming!!! 

Sabtu, 28 Maret 2026

me in my forty -- part 27


 

Chapter OKTOBER

Part 1

Aku yang dulu utuh,,

Kini tinggal separuh

Karena luka yang tak kunjung sembuh

Pengadilan Agama, 11 Oktober 2018

 

Sehari setelah ulang tahun anakku yang ke enam aku datang ke tempat yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya, dan aku tidak mau berada di sana lagi. Hari itu adalah jadwal sidang pertama perceraianku. Semua menjadi mimpi buruk bagiku. Aku tak pernah tahu dan tak pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi setelah aku melewati semua ini.

Dia yang dulu kuanggap sebagai imam yang dapat memperlakukanku sebagai ratu dalam kehidupannya ternyata menghancurkan aku dan semua yang aku punya. Dia tidak pernah mau mewujudkan cita-cita untuk hidup bahagia bersama. Tujuh tahun sudah aku hidup berumah tangga namun bagai neraka di dalamnya. Pertengkaran-pertengkaran yang tidak pernah mau dia selesaikan dengan dewasa, dan aku yang akhirnya putus asa mengajukan gugatan cerai di pengadilan agama. 

Dua kali sidang dia tidak datang. Mungkin karena takut atau memang sengaja agar semua selesai dengan segera, dan menghasilkan keputusan yang matang. Aku hancur saat itu tapi aku menang. Aku menemukan kembali hidupku yang tenang dan tidak terkekang.

Sejak saat itu, kembali ku rangkai satu-satu mimpiku, aku tidak pernah tahu enam tahun kemudian Allah merubah hidupku. Aku menemukan kembali keceriaanku dan versi baru diriku.

Aku akan menceritakan di part selanjutnya. Apakah kalian masih menyimaknya?

Jumat, 27 Maret 2026

me in my forty -- part 26


Chapter SEPTEMBER

Part 2

Masih berbicara tentang circle pertemanan. Alhamdulillah, saat ini aku berada di lingkungan yang baik dan mendukungku. Salah satu yang membuatku semangat menjalani hidup sebagai ibu tunggal adalah sebuah komunitas yang tidak sengaja aku temukan di Instagram, yaitu Komunitas Single Mom Indonesia atau disingkat SMI. Banyak kegiatan yang komunitas ini selenggarakan. Mulai dari curhat di group, kopi darat dan meet up wilayah, SMI book ClubSMI English Club, dan Kelas Menulis.

Ada juga program pendampingan untuk memotivasi para Ibu tunggal agar tidak terpuruk dan bisa bangkit kembali. Aku menjadi salah satu peserta program coaching tersebut. Dalam bahasan yang dilakukan one on one dengan coach di awal pertemuan aku mengatakan ingin didukung dan didampingi untuk menghilangkan rasa insecure dan ketidak pedean karena stigma negatif yang melekat pada janda sepertiku.

Stigma memang jahat ya, bisa membuat harga diri seseorang menjadi rendah. Bahkan tidak sedikit perempuan yang sengaja menyembunyikan rapat-rapat status janda mereka karena menghindari stigma. Dan, aku salah satunya.

Di akhir pendampingan, aku mendapat masukan yang sangat berarti bagiku. Aku harus mencintai diriku sendiri. Aku harus selalu memeluk diriku sendiri dan melakukan self love. Jika bukan kita sendiri yang menghargai diri sendiri, bagaimana orang lain akan menghargai kita? Aku harus tetap bangkit dan tumbuh menjadi versi terbaik dari diriku. Sekarang yang ada dalam pikiranku adalah membuang semua stigma negatif itu dan bicara pada Jihan yang baru bahwa semua daftar kerugian akibat bercerai dan sekarang menjadi ibu tunggal, akan kalah oleh satu hal yaitu mendapatkan lagi hidup Jihan yang baru yang lebih bahagia.

Terima kasih pada komunitas SMI, Coach Mey, dan Coach Abdillah Sanad untuk pendampingan yang sungguh sangat berarti. Juga pada Alineaku Publisher yang sudah mewadahi hobi yang akan mulai aku seriusi. ^_^

 

Kamis, 26 Maret 2026

me in my forty -- part 25

Chapter SEPTEMBER

Part 1

“Ternyata temanmu itu-itu saja.” 

“Biarlah.” 

Itu yang selalu aku jawab ketika ada teman yang komen di foto story-ku akhir-akhir ini. Bukankah semakin tua, circle pertemanan kita semakin sedikit dan sempit? Tidak banyak yang harus tahu segala tentang pribadi kita, bukan?

“Nggak ada teman lain, ya?”

Ada sih. Aku, meskipun jenis manusia introvert, punya teman banyak. Namun, di tiap kondisi tentu teman yang membersamai kita juga beda, kan? Kalau mereka yang di foto ini kenapa sering ada di story-ku, ya karena saat ini merekalah rekan kerjaku, adik-adik yang menjadi teman dekatku sejak 2023. 

Bulan Februari 2019, ketika aku pertama kali menginjakkan kakiku di Solo, ya mereka inilah temanku. Teman seruangan, teman semeja makan, teman guyonan, dan teman karaokean.
Beberapa bulan lalu, tepatnya ketika covid-19 merajalela dan sedang naik-naiknya, kami merasakan sakit yang sama. Bapak, mentor, dan guru kami pergi menghadap-Nya. Kami bak kehilangan arah dan panutan. Mau apalagi, bagaimana setelah ini, bingung.

Lalu apa yang kami lakukan setelah itu?

Awalnya memang berat, namun kami saling memiliki dan saling menguatkan yang akhirnya membawa kami tetap kuat dan semangat mewujudkan mimpi almarhum atasan kami.

Sehat selalu adik-adikku. (karena memang saya setua itu, paling tua maksudnya). Al Fatihah untuk Pak Nunung. Insya Allah husnul khotimah. Aamiin.

Berteman dan saling menguatkan, namun tidak semua yang ada pada diriku harus mereka ketahui. Mereka tidak tahu ada banyak huru hara dalam hari-hariku. Ada banyak lika liku yang memperdalam lukaku. Aku selalu bersikap seolah tidak ada apa-apa di depan mereka. Bagiku adalah tetap personal branding namun tetap privasi. Bebas upload dan transfer data tapi orang lain tidak bisa menebak siapa kita. Tetap tertutup untuk urusan pribadi. Biarlah orang salah menebak dan berasumsi karena hanya orang tertentu yang tahu tentang kita, bahkan teman sekalipun tidak harus tahu kita seutuhnya. ^_^

 

Rabu, 25 Maret 2026

me in my forty -- part 24


Chapter AGUSTUS

Part 2

Agustus 2024, selain merefleksi perjuangan dalam rangka kemerdekaan negara kita, aku juga berjuang untuk menjaga kesehatan, karena usia 40 tahun sepertiku sudah mulai harus rutin check up untuk mengetahui penyakit-penyakit degeneratif. Tahun 2024 aku melakukan cek kesehatan 3 kali. Dan hasilnya berbeda-beda. 

Pertama, aku menderita hipertensi. Tapi itu disebabkan ketika pengambilan darah, nadi ku terlalu lembut sehingga darah tidak keluar, hingga harus di”coblos” 3 kali. Aku ketakutan karena teman-temanku hanya sekali suntikan darah bisa keluar. Ketakutan itu yang membuat tekanan darahku tinggi tidak seperti biasanya, tensiku normal. Ketika aku konsultasi ke dokter keluarga, Alhamdulillah aku baik-baik saja.

Kedua, terdeteksi angka indeks masa tubuhku masuk kategori obesitas. Sedih sekali. Sejak saat itu aku mulai menjaga kestabilan berat badanku. Aku diet ala-ala aku sendiri. Yaitu mengurangi porsi nasi, dan tidak makan malam. Alhamdulillah, berat badanku turun 5 kg selama 5 bulan setelah aku melakukan diet yang ku atur sendiri. Tentu juga dengan diiringi olahraga dan istirahat yang cukup

Ketiga, pekerjaan rumah tentang kesehatanku ada di angka kolesterol. Setelah dua kali tes kesehatan sebelumnya normal. Di akhir Agustus 2024 terdeteksi nilai kolesterolku tinggi. Dan kini aku mulai lagi mengurangi makanan yang memicu angka abnormal tersebut. Aku juga konsultasi kepada kakakku yang ahli gizi apa saja yang harus dikonsumsi dan dikurangi agar semua angka kembali normal. Dari kakakku aku mendapatkan pencerahan seperti ini, penderita kolesterol tinggi sebaiknya menghindari makanan-makanan berikut:

1. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, terutama jika digoreng dengan minyak yang sudah dipakai berkali-kali. 

2. Daging merah

Daging merah seperti daging sapi, iga, dan daging giling mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi. 

3. Produk susu berlemak tinggi

Susu, mentega, yogurt, dan keju berlemak jenuh tinggi sebaiknya dibatasi konsumsinya. 

4. Jeroan

Jeroan seperti hati, otak, usus, ampela, jantung, dan organ dalam lainnya dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. 

5. Makanan laut

Makanan laut seperti udang, kepiting, dan lobster memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. 

6. Minyak kelapa dan minyak sawit

Minyak-minyak tersebut tinggi lemak jenuh dan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. 

7. Makanan yang dipanggang dan permen

Cookies, kue, donat, dan kue kering seringkali mengandung lemak jenuh dan kolesterol dalam jumlah tinggi. 

8. Bumbu penyedap mie instan

Bumbu penyedap mie instan mengandung tinggi natrium. 

9. Minuman beralkohol

Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL dan tekanan darah. 

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap seimbang, dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan mencoba beralih ke makanan yang direbus atau dikukus. Serta membatasi konsumsi kuning telur 1 butir per hari. Btw, Foto itu diambil ketika belum melakukan cek kesehatan, jadi masih kelihatan enak dan aman untuk dikonsumsi. ðŸ˜€


 

Selasa, 24 Maret 2026

me in my forty -- part 23


Chapter AGUSTUS

Part 1

Bulan Agustus, seperti biasa, identik dengan hari kemerdekaan negara kita. Semua kegiatan, baik di kantor maupun di lingkungan kampung, berkaitan dengan tema perjuangan. Tidak banyak yang bisa aku ceritakan di bulan ini selain rasa bahagia karena bisa ikut berjuang melawan rasa insecure pada diri. 

Awalnya, aku menolak ikut berpartisipasi dalam lomba yang diadakan di lingkungan kantor karena merasa usia yang tak lagi muda. Malu. Biarlah aku jadi penggembira saja. Namun karena kekurangan personel, akhirnya aku ikut maju mengikuti salah satu lomba yaitu estafet sarung berkelompok. Yang ada dalam pikiranku saat itu, menang atau kalah tidak masalah, semua itu adalah bagian dari partisipasi untuk happy-happy.

Ternyata yang terjadi adalah… Diam tidak mau ikut lomba, bergerak jadi juara pertama. ðŸ˜€

Yaa, kami memenangkan juara pertama lomba estafet sarung untuk kelompok putri. Terimakasih adik-adikku, membuat kakakmu yang aneh ini bisa ikut happy tanpa rasa malu lagi. Tahun depan ikut lagi nggak, ya? Hehe. ðŸ˜€

Selain juara pertama lomba estafet sarung, divisi tempat aku bekerja memenangkan juara pertama estafet kelereng, juara dua lomba estafet sarung putra, dan juara tiga lomba memasukkan pensil dalam botol. Perjuangan melawan rasa tidak pede dan minder berhasil dikalahkan. Merdekaaa!!!

Bagaimana perayaan kemerdekaan Agustus 2024 di lingkungan kantormu? Apakah semeriah yang aku ceritakan? Atau lebih heboh lagi?


 

Senin, 23 Maret 2026

me in my forty -- part 22


Chapter JULI

Part 2

Bulan Juli 2024, di kantorku menerima beberapa mahasiswa yang sedang melakukan kerja praktek atau magang. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang konsentrasi ke bidang keilmuan perencanaan wilayah dan kota. Aku jadi ingat dengan impianku ketika masih jadi mahasiswa dulu. Aku pernah punya keinginan mempunyai banyak sahabat dari universitas lain yang mempelajari ilmu yang sama denganku. Berbagi pengalaman dan saling bercerita mengenai suka duka menjadi mahasiswa yang mempelajari ilmu perencanaan. Namun, pada saat itu belum banyak universitas yang memiliki program studi Planologi atau ilmu perencanaan wilayah dan kota.

Saat adik-adik mahasiswa ini datang, aku jadi merasa terpanggil untuk mewujudkan mimpiku itu. Aku senang berbagi pengalaman dengan mereka. Aku juga belajar banyak dari mereka tentang aturan-aturan yang berlaku sekarang, yang tentunya tidak aku pelajari di 20 tahun yang lalu. Bulan Juli itu, aku mendapatkan kesempatan membersamai mereka untuk bertukar ilmu dan pengalaman. Hingga hubungan personal juga terjalin, aku ikut senang ketika mereka masih mengingatku, masih saling berkabar, dan menyapaku meski lewat pesan di sosial media. Bagiku, menjadi mentor mereka seperti momong keponakanku sendiri. 

Setiap hari selalu ada cerita bersama mereka, ke lapangan untuk cek lokasi, membuat dan merapikan dokumen kajian, makan, dan berbagai kebersamaan lainnya menjadi kenangan tersendiri di hati. Dan ketika saatnya perpisahan, aku hanya ingin bilang, 

“Untuk adik-adikku yang sudah lulus magang, selamat kembali ke kampus, semoga ilmu yang didapat bermanfaat. Aku tunggu cerita suksesmu di masa depan. Good luck, guys.

 

Minggu, 22 Maret 2026

me in my forty -- part 21


 Chapter JULI 

Part 1

Bulan Juli aku mendapatkan kesempatan mengikuti diklat dari instansi tempat ku bekerja. Yaitu pelatihan Bahasa Inggris. Tentu aku dengan senang hati mengikutinya. Beberapa materi seperti speaking, writing, making video, making audio, dan membuat podcast aku selesaikan dengan baik.

Ketika aku menceritakannya pada partner-ku, dia langsung excited mengajakku berkolaborasi membuat tulisan dalam dua bahasa. Karena kebetulan dia dari sebuah negara di luar Indonesia. Dan ini adalah hasilnya. 

PLATONIC RELATIONSHIP or ROMANTIC RELATIONSHIP by Jihan and Ali

Who is she ? 

She’s a girl with many dreams. Her age doesn’t limit her ability to dream and to imagine her future. This girl wants to travel to places. She wants to be independent and to be successful. To many people, it’s just a dream, but to her, it’s the future she must have, so she chooses to walk toward it

She dares to dream big because she is able to do so, with the help of self-knowledge and courage. She doesn’t look at herself and sees weakness. In contrast, she sees herself as the champion. She views her life as a gift from Allah, and she knows everything will be good for her if she chooses to follow her heart and work hard to reach her goals in the future.

How about her love ? 

She ever loved the wrong person. She had to deal with heartache alone after she broke up with him who left her nothing but a scar. A scar was so deep that it made her become a vengeful person

If you love yourself enough, you will understand the meaning of life. When someone leaves you, you will have to make up your own mind. let his pictures be removed from your memory store. Sometimes it’s not easy, but at least, she can hide them, she can and she should. She believes she can forget those bad things and move on. Her friend suggested that she meet people with the same heartache experiences. talk to them. Listen to their stories.

Someone new offers his love.. 

Kami dipertemukan secara kebetulan, juga tanpa sebuah perencanaan yang mendalam, dan di kala itu keadaan kami sama-sama sedang terluka namun dengan cara dan cerita yang berbeda. Bahkan di saat itu hati kami sama-sama tak ingin kembali mencintai, namun nyatanya rasa itu datang tanpa bisa dihindari, seakan kembali mengajak kami untuk saling memahami.

Sederhana, hanya dengan dua sorot mata yang tajam, seolah menikam jiwaku yang lemah dalam pelukan, diiringi gerimis pada sebuah malam, membuatku semakin optimis untuk kembali merajut kisah romantis.

Entahlah apa yang kini sedang terjadi, atau mungkin ini adalah jawaban dari sekian banyak harap yang kerap kuamini, namun dengan bahasa yang memang sulit untuk dimengerti.

Nikmati saja, bukankah kemarin deritamu begitu hebat? Haii, tak apa jika kamu jatuh, asal tetap utuh, berjuang untuk sembuh, dan tumbuh, yang tentu bersamamu.

Doakan kami agar segera berkolaborasi dalam sebuah pernikahan yaa. ^_^

Sabtu, 21 Maret 2026

me in my forty -- part 20


 

Chapter JUNI

Part 2

Entah mengapa, di usia ke-empat puluh ini tiba-tiba ingatanku melayang pada masa remajaku, masa puber pertamaku, yaitu masa putih biru. Saat itu ada sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta yang isinya adalah rubrik-rubrik seputar remaja, permasalahan, hingga ramalan bintang yang tentu dinanti pemirsa sesuai segmennya, yang sebenarnya tidak wajib dipercaya kecuali yang baik-baiknya. ðŸ˜€

Aku kelahiran bulan April dan zodiakku adalah Aries. Menurut sebuah artikel, aku lupa dari mana sumbernya, karakter seorang Aries adalah lucu tapi mudah marah. Dia pendengar yang baik tapi juga posesif. Dia manja, tapi keras kepala. Dia dewasa di depan semua orang, tapi dia adalah bocah kecil di depan pasangannya. Dia selalu pandai menyembunyikan kesulitannya, tapi dia tidak pandai menyembunyikan rasa bencinya. Dia mudah berteman tapi sulit jatuh cinta, dan ketika dia sudah menentukan pilihannya, dia akan benar-benar menutup celah untuk orang lain mendekatinya. Prioritas dan dunianya hanyalah pasangannya. Jadi, bersama Aries adalah sebuah keberuntungan sekaligus malapetaka hanya jika kamu memulainya.

Lalu, apa hubungannya dengan chapter Juni ?

Pasanganku sekarang adalah seorang Gemini yang lahir di bulan Juni. Seperti yang bisa dilihat bahwa Aries dan Juni bisa menjadi pasangan yang baik. Semoga, ya.

Karena ramalan iseng itu, aku pernah mengirim pesan pada Mas Gemini tentang good couple between Aries and Gemini. Untuk ngode aja sih sebenarnya. ðŸ˜€

“Babe, I just saw a video about Aries personality. Aries is spoiled but stubborn, funny but grumpy, a good listener but possessive, mature in front of everyone but becomes a child in front of her partner, good at hiding her difficulties but not good at hiding her feelings, easy to make friends but hard to fall in love, when she has found her choice, she will close the gap for other people to approach her, her priority is her partner. Does that suit me?”

“It suits you, babe.” jawab Mas Gemini.

“In that video, Aries’ best partner is Gemini because they are both perfectionists. If Aries and Gemini pair together it will make other people jealous. You’re a Gemini, right? Are you really the soulmate that Allah sent for me, babe?”

“I know that we are both made for each other.” balasnya.

Dan, kemudian kami berdua bersamaan mengucapkan, “Aamiin Yaa Rabb.”

 

Ketika kita datang ke dunia ini

Tuhan memperlihatkan semua orang di sekitar kita

Kakek, Nenek, Ibu, Ayah

Anak-anak

Sahabat

Tapi, ada satu wajah yang tak diperlihatkan-Nya pada kita

Aku heran kenapa

Satu wajah yang membuat kita jatuh cinta

Aku punya segalanya

Tapi tak tahu siapa yang akan datang dalam kehidupanku

Dan menjadi milikku

Semoga itu kamu, Mas Gemini-ku.

Jumat, 20 Maret 2026

me in my forty -- part 19

Chapter JUNI

Part 1

Seperti yang kubilang di chapter sebelumnya, bahwa menjadi Ibu itu harus bisa apa saja alias multitalenta, memiliki banyak kemampuan, jabatan dan bisa menjadi banyak profesi. Namun, ibu juga seorang individu yang perlu sarana untuk mengembangkan diri. Dan, aku adalah seorang ibu pekerja, ibu rumah tangga, juga seorang ibu yang memiliki banyak hobi. Aku suka belajar hal-hal baru untuk meningkatkan kompetensi yang ku miliki. Pada bagian ini aku akan menceritakan tentang hobi menulis yang mulai ku seriusi.

Salah satu hobiku adalah membaca. Aku suka membaca novel yang terinspirasi dari kisah nyata penulis. Salah satu novel favoritku adalah trilogi Negeri 5 Menara karya Uda Ahmad Fuadi. Di situ beliau menceritakan kisah Alif, si tokoh utama, sebagai seorang santri dengan segala kegiatannya. Alif suka menulis buku harian sejak usia belia. Dan tulisan-tulisan Alif itulah yang kemudian dijadikan sumber membuat novel yang fenomenal. Perjalanan tokoh Alif dari mulai remaja di pondok Madani, masa-masa kuliah, bekerja hingga menemukan tambatan hati untuk berumah tangga.

Sekitar tiga minggu yang lalu, di bulan Juni 2024, aku mengikuti kelas menulis fiksi yang diadakan sebuah komunitas. Menulis fiksi dari kisah nyata. Aku tertarik karena aku sudah sering menulis di beberapa platform namun belum pede untuk melanjutkan menjadi karya novel. Masih jauh sekali sepertinya, karena aku sadar diri bahwa aku masih dalam tahap belajar. Dulu sekali (mungkin seusia SD) aku sudah sering menulis diary. Bercerita apa saja di buku itu. Tentang masalah pertemanan yang tiba-tiba aku dijauhi entah apa sebabnya, tentang pelajaran hari itu, bahkan tentang menyukai seseorang di masa remaja.

Ingin sekali merangkai lagi kisah-kisah itu, namun kadang mood yang tidak bisa dikendalikan ini membuatku malas memulainya. Hingga hari ini ketika aku membaca kembali halaman ke 30 novel Rantau 1 Muara, buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara, memaksaku untuk mengawalinya kembali, setidaknya di sini, bercerita di antara kesibukan sebagai ibu pekerja yang tiap weekend juga harus quality time bersama keluarga. 

Semoga ungkapan hati ini tidak mengendap lagi. Seperti yang uda Fuadi katakan di kelas menulis tempo lalu, menulislah dari hati, (semua) akan sampai ke hati (pembaca). Bismillah,,, semangat menulis lagi,,, ^_^

 

Kamis, 19 Maret 2026

me in my forty -- part 18


 

Chapter MEI

Part 3

Menjadi Ibu itu harus bisa apa saja alias multitalenta, memiliki banyak kemampuan, jabatan dan bisa menjadi banyak profesi, apalagi ibu tunggal sepertiku. Tentu tidak mudah melakukan itu semua pada awalnya. Terpikir menjadi janda di usia muda pun tidak. Kalau bisa menghabiskan uang dari suami tanpa harus capek-capek bekerja tentu aku akan memilih opsi itu.

Aku yang dulu selalu berpikir bahwa Ibu yang meninggalkan anak untuk bekerja hingga ke luar kota itu adalah Ibu yang tega sekali. Apalagi menitipkan pengasuhan pada orang lain, seperti “mbak” atau “baby sitter” itu “kok bisa yaa.” Ternyata, tahun 2019 pernyataan yang hanya ku simpan tanpa kuucapkan itu menjadi kenyataan. Terjadi begitu saja padaku. Bahkan aku lebih parah, karena aku menitipkan anakku kepada neneknya, yaitu Ibuku. Ibu yang harusnya menikmati hari-hari tuanya pasca purna jadi berperan ganda menjadi Ibu sekaligus nenek bagi anak semata wayangku. Maafkan putrimu ini ya, Bu.

Hari-hari menjadi pejuang PJKA atau pulang Jum’at kembali Ahad tak terasa sudah ku jalani selama lima tahun. Tentu ketika weekend tiba, adalah saat yang paling bahagia. Karena aku kembali pada fitrahku sebagai seorang Ibu untuk anakku. Menemani kemanapun dia pergi, mengajarkan banyak hal padanya, dan memberi apa yang dia minta sesuai kebutuhannya.

Kesendirian yang dulu kukira akan membunuhku karena tak ada lagi yang berbagi beban pekerjaan rumah tangga, ternyata malah menjadi sumber kekuatanku. Kini, aku bisa tersenyum bahagia, bahkan siap menyapa jika tak sengaja bertemu dengannya (meskipun, jujur saja, aku tak berharap untuk berjumpa, haha). “Hai, mantan! Setelah kau pergi, lihatlah, aku semakin menawan, kan?”

Jadi ingat lagu “Stronger” -nya Britney Spears…


You might think that I won’t make it on my own

But, now I’m
Stronger than yesterday

Now its nothin’ but my way

My loneliness ain’t killing me no more

I am stronger

 

Ya, seperti kata Mbak Britney, aku harus jadi Ibu yang kuat, Ibu yang sehat, Ibu yang semangat, dan tentu jika ingin melihat anakku bahagia, aku harus jadi Ibu yang bahagia juga, bukan?

Rabu, 18 Maret 2026

me in my forty -- part 17


 Chapter MEI

Part 2

 

Mei adalah bulan kelahiran Bapak.

Bercerita tentang Bapak sungguh menjadi bagian mengharukan untukku, tapi aku akan tetap mencoba bercerita tentang beliau, laki-laki cinta pertamaku. Eh tapi bingung mulai dari mana, karena saking banyaknya cerita. Mungkin akan kucoba dari sini saja.

Bapak, laki-laki pertama dalam hidupku, cinta pertamaku. Sosok yang mengajarkanku mengenal hidup yang penuh liku. Sosok pertama yang membimbingku mengenal Allah, Rabb-ku. Ilmu agama aku dapatkan pertama dari beliau, karena memang Bapak adalah seorang guru agama di sekolah dan guru mengaji di kampung kami, sebuah kota kecil di Jawa Tengah.

Laki-laki cinta pertamaku inilah yang tentu meng-adzan-i dan meng-iqamah-i saat aku dilahirkan. Bapak dengan perlahan membimbingku melangkah setapak demi setapak. Mengajariku Alif Ba Ta hingga idzhar dan ikhfa’. Tak pernah lelah membentukku menjadi wanita tegar dan kuat. Seperti yang saat ini kalian lihat.

Bapak adalah sosok yang menjadi garda terdepan di saat aku tersakiti, saat aku terdzolimi, namun juga orang pertama yang menangis ketika ada yang meminangku atau aku mendapatkan hasil atas kerja kerasku. Bapak yang selalu berusaha menempuh segala cara agar aku bahagia. Tak pernah rela putrinya ini sengsara. 

Bapak yang melepas putrinya pada laki-laki yang salah, laki-laki yang ternyata menghancurkan separuh hidupku. Tidak ada yang tahu, aku, Bapak, juga Ibu jika akhirnya hidupku berantakan karena laki-laki yang dulu ku pilih sendiri. Maafkan putrimu ini, Pak. Karenaku, keluarga kita tidak lagi utuh, dan Bapak hingga kini berperan ganda sebagai kakek juga ayah bagi Ghani, anakku.

Aku sayang banget sama Bapak,, mugi Bapak pinaring keberkahan umur panjang, kesehatan,, agar bisa mirsani putra, mantu, wayah, sukses sedaya

Aamiin,,,

Nyuwun pangapunten Bapak, kalau Ulfa masih sering merepotkan Bapak, beberapa harapan Bapak belum bisa Ulfa tunaikan, bahkan mungkin beberapa bagian hidup Bapak menyakitkan gara-gara Ulfa, yaitu ketika Ulfa gagal mempertahankan pernikahan. Tapi, Bapak pasti mengerti kenapa Ulfa memilih jalan perpisahan itu. Sekarang Ulfa buktikan bahwa perceraian bukan menjadi penghalang untuk Ulfa berkembang. Justru Ulfa lebih bahagia dan nyaman sekarang.

Nyuwun pangapunten ingkang kathah. Insya Allah Ulfa akan berusaha membahagiakan Bapak dan Ibu sejauh Ulfa mampu,, I love you,,,


Untuk text Bahasa Jawa bisa tanya orang Jawa, hehee…