Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 32


 

Chapter NOVEMBER

Part 4

Membersamai anakku dan beberapa teman sekelasnya sebagai seorang teacher mengingatkanku pada pekerjaan lamaku. Aku pernah menjadi tentor di salah satu bimbingan belajar Matematika di Cibubur, Jawa Barat. Kemudian sebelum menjadi Aparatur Sipil Negara seperti sekarang aku sempat punya usaha memberi les kepada anak-anak seusia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Ketika ada program belajar kelompok dari sekolah, tentu aku semangat menjadi wali murid mengajar. 

Beberapa kali belajar melalui offline bergiliran dari rumah ke rumah namun karena cuaca saat ini yang sedang tidak bersahabat untuk kesehatan, akhirnya aku gerak cepat mengantisipasi dengan membuat akun Google Meet untuk mendampingi belajar mereka lewat online. Dan, tentu semua jadi lebih efisien dan efektif karena bisa sambil mengerjakan tugas yang lain. 

Belajar di kelas ujung memang perlu strategi. Biasanya anak-anak akan saling tanya jawab tentang materi yang dipelajari di sekolah selain membahas pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Terkadang juga setor hafalan karena ada program tahfidz juz 30 di sekolah anakku. Mungkin jika aku membuka lagi Ghani Learning Center yang kuusahakan dulu masih banyak anak-anak yang mau belajar denganku. Tapi aku tidak mau, selain repot karena waktu dan tenaga juga, aku bisa jadi bahan ghibahan para guru yang memang memiliki usaha memberi les tambahan untuk siswanya. Aku tidak mau menghalangi pintu rezeki orang lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...