Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 31


Chapter NOVEMBER

Part 3

Menjadi narasumber di depan berbagai audience yang berbeda belum pernah ku lakukan sebelumnya. November 2024 aku beberapa kali ditugaskan berbicara di depan umum. Jika tidak pada bidang yang aku kuasai tentu aku akan menolak tugas tersebut. Part ini aku akan menceritakan salah satu pengalamanku ketika menjelaskan sebuah aplikasi tentang pertanahan dan tata ruang sesuai dengan bidang tugasku di tempat kerja.

Aplikasi tersebut bernama “Sentuh Tanahku”. Manfaat menggunakan aplikasi ini adalah untuk mengetahui lokasi bidang tanah kita sesuai dengan dokumen sertifikat yang kita punya. Setelah digabung dengan peta peruntukan atau zonasi akan didapatkan apa saja kegiatan yang diperbolehkan pada lokasi bidang tanah yang kita punya.

Aplikasi “Sentuh Tanahku” bisa di download melalui play store dengan menggunakan email untuk mendaftarkan username dan password kita. Untuk mengetahui lokasi bidang tanah kita perlu disiapkan dokumen sertifikat yang akan dilacak. Pada menu aplikasi tersebut klik lokasi bidang tanah kemudian pilih sertifikat analog atau sertifikat elektronik.

Jika sertifikat elektronik langsung input NIBEL (beberapa digit angka yang ada di halaman pertama sertifikat) dan kode sertifikat yang ada di kiri bawah halaman pertama, kemudian klik “cari bidang tanah”. Jika sertifikat yang dipunya adalah sertifikat analog, maka harus dipilih terlebih dahulu jenis hak atas tanah nya apakah hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, hak pengelolaan, atau hak wakaf. Kemudian pilih kantor pertanahan ada di wilayah kabupaten atau kota mana, pilih desa atau kelurahan, kemudian input lima digit angka nomor ha katas tanahnya. Langkah terakhir adalah klik “Cari Bidang Tanah”. Aplikasi ini terhubung dengan Google Maps sehingga setelah mengetahui bentuk bidang tanah, bisa di-klik rute untuk dilacak titik lokasinya (seperti ketika kita membagi lokasi keberadaan kita di WhatsApp).

Apakah kalian mengerti dengan catatan yang kubuat? Jika belum, kalian bisa bertanya ke Kantor Pertanahan setempat yaa. Terima kasih.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...