Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 33


 

Chapter NOVEMBER

Part 5

Menjadi penulis adalah salah satu cita-citaku ketika masih kecil. Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, hobi menulisku ini sudah ku tekuni sejak masih mencurahkan isi hati di diary. Kemudian berpindah ke blog namun tak berlangsung lama karena aku beralih ke caption di media sosial pribadi. Sebenarnya jika mau dikumpulkan, caption yang kita tulis setiap hari bisa jadi buku lho, dan ini yang sedang aku lakukan ^_^

Saat ini meskipun menulis baru jadi hobi karena aku sedang berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara bidang teknis, namun hobi ini akan aku seriusi. Kalau tidak, aku tidak akan mau capek-capek ikut kelas menulis di sana sini. Juga tidak akan berhasil menelurkan sebuah antologi. Seperti yang kalian lihat di foto part ini. 

Yaa, itu buku pertamaku sebagai penulis barengan, dan yang sedang kalian baca ini Insyaa Allah akan jadi buku solo pertamaku. Saat aku ikut kelas bahasa inggris, aku pernah berbagi tips kepenulisan sebagai sesi speaking. Apakah kalian mau membacanya ?

Because I like to write, I would like to share about how to write a personal experience into an interesting story.

  1. Remember the events that have been experienced, such as achievements that have been achieved, lost your motivator, etc.
  2. Write the main events, such as the people involved in our story, where and when did the story take place,etc.
  3. Writing for yourself first, cause that will dig up memories of experiences from the stories written, how deep we can remember the events.
  4. To turn it into a story that many people will read, mix it with our imaginations, improve it.
  5. Last but not least, keep our mood so we can process words well, and start telling.

For me, writing our story in a diary is one way to self healing.

*bahan one on one terakhir di kelas English For Basic. Mohon maaf kalo bahasa inggrisnya masih belepotan.

Sebagai penutup hanya mau bilang, “Sekecil apapun peranmu dalam kehidupan ini, minimal tinggalkan satu buku yang mencerahkan atau satu artikel yang menginspirasi. Dengan begitu, jejakmu tak hanya menjadi cerita pribadi, tapi juga cahaya bagi orang lain.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...