Langsung ke konten utama

me in my forty -- part 34


 

Chapter DESEMBER

Part 1

Desember, kalau ngendikane Simbah artinya gedhe-gedhene sumber, besar-besarnya sumber, sumber rezeki dan sumber kebahagiaan. Namun, jika dikaitkan dengan musim hujan juga bisa berarti besar nya sumber bencana, banjir. Semoga tidak terjadi lagi. Aamiin

Tidak banyak yang bisa aku ceritakan pada chapter Desember ini selain ungkapan kebahagiaan karena telah menutup akhir tahun 2024 dengan terbitnya antologiku yang pertama. Beberapa teman yang mengenalku sangat penasaran bagaimana aku bisa menghasilkan sebuah buku. Baik, akan coba ku ceritakan kronologinya.

Karena hobiku menulis, algoritma sosial mediaku tiba-tiba menayangkan beberapa halaman tentang penerbitan buku. Baik itu antologi maupun solo. Aku tertarik untuk ikut tema Perjalanan Menjadi Seorang Pegawai Negeri Sipil. Dan, kebetulan aku punya beberapa draft mengenai tema tersebut. Jadilah aku mendaftar sebelum waktu registrasi ditutup. Setelah beberapa waktu aku di invite ke grup WhatsApp untuk berkoordinasi bersama peserta lain karena ini akan jadi antologi atau buku bersama kami. Dalam grup tersebut dijelaskan tahap-tahap apa yang akan dilewati. Dari mulai sesi pengumpulan naskah, pemilihan cover, editing naskah, pre order cetak buku, kemudian penerbitan buku. Semua membutuhkan waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan. 

Dalam sesi pre order dari admin grup menjelaskan bahwa jika peserta memesan minimal 2 (dua) buku, maka bisa ikut event antologi lain, yaitu Kisah Dua Hati (Ibu dan Anak). Kebetulan juga, aku mempunyai draft cerita sesuai tema yang diberikan, jadilah aku memesan buku cetak 2 (dua) buah agar bisa mendapatkan bonusnya. Di sesi lain, aku dapat bonus event gratis yaitu ikut antologi Hati Yang Menyatu. Saat ini sedang tahap pre order buku. Dari event bonus gratis aku juga diundang untuk mengikuti event antologi yang lain yaitu Rindu Yang Tertulis, yang saat ini sedang tahap pengumpulan naskah. Tiga antologi sudah berhasil aku selesaikan, sambil menunggu sesi editing sendiri yang akan dibagikan kepada peserta. 

Dalam foto, aku sedang memegang buku antologi pertamaku bersama teman-teman Aparatur Sipil Negara dari berbagai daerah. Aku sudah membaca karya mereka. Secara garis besar perjuangan kami tak jauh beda. Berjuang berkali-kali, gagal berkali-kali juga, namun jika sudah menjadi rejeki, semua pasti akan menghampiri. Banyak juga kisah menarik lainnya seperti long distance relationship karena pasangan yang penempatan kerjanya berjauhan atau kisah ketegaran para ibu pekerja di instansi pemerintahan yang “terpaksa” menitipkan putra putrinya dalam pengasuhan orang lain atau orang tua. Relate sekali dengan kisahku, bukan? Karenanya aku bahagia, aku harus tetap semangat. Ternyata aku tidak sendiri mengalami hal ini. Sebuah perjuangan untuk masa depan yang harus dirayakan.

Alhamdulillah, terimakasih atas full support dari penerbit Alineaku. Terima kasih teman-teman penulis yang hebat, kalian keren sekali. Mari kita rayakan perjuangan ini dengan senyum bahagia. Tunggu buku antologi aku yang kedua, ketiga, dan seterusnya yaa. ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Ramadhan Story -- Target Ramadhan tahun ini

Oleh : Jihan Maria Ulfa, S.T. Day 1 Target Ramadhan tahun ini Setiap kali Ramadhan, semua umat muslim di seluruh dunia sangat antusias merayakan. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pada bulan suci tersebut Allah menjanjikan semua ibadah yang kita jalankan, pahalanya akan dilipatgandakan. Siapa yang tidak mau berlomba mendapatkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah? Tentu semua mau, begitu pula aku. Selain rutinitas sahur, tadarus yang lebih intens, sholat tarawih, dan undangan buka bersama, ada kebiasaan yang selalu aku lakukan sejak baligh. Kebiasaan yang tidak terlalu istimewa sebenarnya. Yaitu menghitung jumlah hari halangan. Karena siklus bulanan-ku random, beberapa kali kewajiban puasa di Bulan Ramadhan ku jalani dengan penuh. Saat Ramadhan berakhir, aku sudah terbiasa melanjutkan puasa dengan puasa qadha dan puasa syawal.  Sepanjang ingatanku, puasaku full di tahun 2005, 2009 (sebelum menikah), 2012 (ketika hamil), 2016, 2023 dan 2025. Namun bukan itu yang ingin aku ceri...

My Ramadhan Story -- Tetap produktif saat Ramadhan

Day 6 Tetap produktif saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang dengan dua wajah yang sama-sama menuntut , ia lembut, tapi juga keras menguji. Ada haus yang harus ditahan, ada kantuk yang lebih sering datang, ada jadwal ibadah yang ingin kita jaga sepenuh hati. Di sisi lain, pekerjaan tetap harus berjalan , tetap harus dikerjakan karena d eadline tidak ikut berpuasa , tidak bisa menunggu nanti-nanti . Target tidak ikut melambat  berhenti . Dan sebagai ibu pekerja yang juga mencintai dunia menulis, Ramadhan terasa seperti maraton panjang yang harus ditempuh dengan napas teratur , dan dijalankan dengan niat yang suci .  Meraih keridhoan Ilahi. Tetap produktif menulis di bulan Ramadhan bukan tentang memaksa diri menjadi mesin. Justru sebaliknya, ini tentang mengelola energi dengan bijak  dan isi otak yang dingin . Sejak sebelum Ramadhan aku  belajar bahwa waktu setelah sahur dan sholat Subuh laksana vitamin . Pikiran masih jernih, rumah masih heni...

My Ramadhan Story -- Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan

  Day 9 Kebiasaan baik yang ingin dibangun saat Ramadhan Oleh Jihan Maria Ulfa, S.T. Ramadhan selalu datang seperti tamu yang lembut tapi tegas. Ia mengetuk pelan, namun membawa cermin besar untuk kita berkaca. Setiap tahun, aku selalu bertanya pada diri sendiri, kebiasaan baik apa yang ingin benar-benar kubangun, bukan sekadar kujalani sebulan lalu hilang setelah takbir berkumandang di hari kemenangan. Tulisan hari ini sedikit nyambung dengan tulisan kemarin ya, kalau hari biasa aku selalu melakukan rutinitas mengaji sehabis Sholat Maghrib dan tidak pernah menyalakan televisi, di Bulan Ramadhan aku juga tetap melakukannya. Bahkan di waktu-waktu seperti setelah sahur atau menjelang berbuka. Sejak sebelum menikah, punya anak, dan kini sudah jadi single mom yang bekerja di luar kota kebiasaan (yang menurutku) baik itu sudah ku lakukan setiap Ramadhan tiba. Yah, apalagi aku ngekost di luar kota yang tidak punya akses nonton televisi jadi pas kan? Kebiasaan baik lain yang sebenarnya (s...