N : Nyatanya semua aku hadapi sendiri
Ada satu fase dalam hidup yang tidak pernah benar-benar diajarkan kepada kita. Yaitu bagaimana rasanya tetap berdiri, bahkan ketika tak ada lagi yang hadir dan berdiri di samping kita. Hanya ada diri sendiri, tak ada lagi berdua, bertiga, ataupun berlima dan seterusnya. Aku kira dulu, kesepian adalah tentang tidak punya siapa-siapa. Tentang sunyi yang nyata, tanpa kehadiran, tanpa suara. Tapi ternyata aku salah dan lupa. Kesepian justru sering datang di tengah keramaian, di antara percakapan yang terasa hampa. Di balik senyum yang dipaksakan, di sela hari yang tampak baik-baik saja.
Di titik itulah aku mulai memahami makna dari “menghadapi semuanya sendiri.” Bukan karena tidak ada orang lain, tapi karena pada akhirnya, ada hal-hal yang memang tidak bisa dibagi. Ada rasa yang terlalu dalam untuk dijelaskan dan terlalu rumit untuk dimengerti. Bahkan oleh mereka yang paling dekat sekalipun, yang terkadang kita sebut sebagai sahabat sejati.
Sekarang, aku tidak lagi menangis setiap kala. Tidak juga terlihat rapuh di hadapan para bala. Justru seringnya aku terlihat baik-baik saja. Tersenyum, bekerja, menjalani rutinitas seperti biasa. Tapi di dalam, ada bagian yang diam-diam lelah karena harus terus kuat tanpa jeda. Dan anehnya, semakin lama aku menjalani ini, semakin aku mengerti bahwa kesendirian bukan tentang kehilangan orang lain saja. Tapi tentang menemukan diriku sendiri dalam bentuk yang paling jujur dan bersahaja.
Hari ini, aku masih menjalani semuanya sendiri. Masih ada rasa yang sesekali datang tanpa permisi. Masih ada luka yang belum sepenuhnya pulih. Tapi aku tidak lagi merasa kosong seperti dulu. Karena sekarang aku tahu, aku tidak benar-benar sendiri. Aku punya diriku sendiri.
Dan untuk saat ini, itu sudah cukup. Jika kamu bertanya bagaimana rasanya… Rasanya sepi, iya. Tapi juga…kuat, dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dan itu membuatku bangga, sebangga-bangganya. Pada diriku sendiri yang mampu bertahan dan menjalani semuanya. Dengan tetap tersenyum meski sedang tak baik-baik saja.
#Gerimis_Jun26_17 #Gerimis30hari @gerimis30hari
.png)
Komentar