W : Writer’s Block
Di hari ke-empat saat bercerita mengenai antologi-antologi ku, aku sempat bilang bahwa terkadang setelah karaokean lagu dari penyanyi favourite aku mendapatkan inspirasi untuk kembali berkarya. Biasanya aku baca lirik dan memahami makna lagu yang ku nyanyikan kemudian mulai menulis sesuai tema yang diminta. Dan terkadang pula secara kebetulan antara draft yang ku ketik dengan lagu yang baru ku nyanyikan dengan suara sumbang ku ini memiliki alur cerita yang hampir sama.
Selain karaokean, adaptasi lingkungan agar tidak mengalami writer’s block ala-ala ku adalah dengan drakoran :-D. Drama korea yang membuatku kembali semangat adalah hospital playlist, dimana aku bisa melihat kisah persahabatan dan percintaan dewasa di tengah sibuknya pekerjaan. Aku bisa mengulang series medis itu hingga puluhan kali, sampai beberapa scene dialognya ku hafalkan :-D
Sebagai penulis, ketika nonton drakor aku tidak hanya menjadikannya sebagai hiburan. Namun, aku selalu melihat quote manis yang kadang diselipkan. Semua itu bisa ku jadikan bahan tulisan.
Ya, aku adalah seorang perempuan (yang mengaku) manis, suka kebelet pipis, punya kesabaran tipis, hobby menulis, menangis, dan makan gratis. Sedang mengusahakan mempunyai karya (buku) solois. Alhamdulillah hingga tulisan ini dibuat, sudah berhasil menerbitkan 25 buku antologi berbagai tema yang semuanya bisa dibaca di blog (silahkan mampir, kakaaak) secara gratis. Sudah tiga tahun ini bertransformasi dari penulis diary jadi penulis antologi dengan genre romantis dan sadis. Suka rewatch drakor Hospital Playlist untuk mengembalikan mood menulis.
Kalau teman-teman apa yang dilakukan saat writer’s block melanda? Apakah karaokean dan drakoran juga?
#Gerimis_Jun26_08 #Gerimis30hari @gerimis30hari

Komentar